GoTo Bakal jadi Pilihan Investor di Bursa Saham

Foto: Gojek dan Tokopedia Bentuk GoTo (Dok. GoTo)

Dua perusahaan teknologi besar di Indonesia yakni Gojek dan Tokopedia resmi merger dengan membentuk induk usaha menjadi GoTo. Tahun ini perseroan bahkan menargetkan bakal segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Head of Research NH Korindo Sekuritas, Anggaraksa Arismunandar mengatakan yang menarik nantinya dari saham IPO GoTo adalah keunggulan ekosistem mereka yang sudah dimiliki dan itu sangat besar. Bahkan nilai keekonomiannya mampu mencapai 2% dari PDB Indonesia.

Menurutnya secara umum, dengan kehadiran GoTo di bursa saham RI, saham techno akan menjadi masa depan bursa saham ke depan dan menjadi pilihan investor.

Baca Juga :  Coba Fitur Baru Gojek, Sembunyikan Nomor Telepon Kita dan Driver

Pasar saham awalnya didominasi oleh perusahaan konsumer, lalu saat ini dikuasai oleh perbankan di mana bank-bank besar memiliki pangsa pasar terbesar di BEI.

Kita tahu GoTo pasti 10 besar market cap [kapitalisasi pasar] kalau saya berikan perspektif saham juga 22% saham yang dimiliki Bank Jago ya ARTO meski bank tapi digital bank konsisten di 10 besar,” paparnya dalam InvesTime CNBC Indonesia, Rabu, (19/05/2021).

Sebesar 22% dari saham ARTO dimiliki oleh Gojek, dan sekarang Gojek yang bakal melantai di BEI bersama dengan Tokopedia. Maka nilainya akan sangat besar.

Sekarang belanja dengan e-commerce dengan payment gateway bikin prospek saham lebih menarik,” jelasnya.

Baca Juga :  Kisah Perjuangan Pipit si "Ratu Aspal" yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Lebih lanjut dia mengatakan indeks techno sejak diluncurkan menjadi yang paling menarik. Tapi perlu diakui juga emiten-emiten yang terdaftar di indeks saham tersebut masih kecil kapitalisasinya. Dengan demikian, katanya, diharapkan dengan adanya GoTo akan mendominasi di indeks techno.

Sehingga ada perusahaan Techno yang kapitalisasi kecil atau sedang tapi juga kapitalisasi jumbo kayak GoTo ini,” jelasnya.

Menurutnya Gojek dan Tokopedia ke depan masih akan sangat prospektif karena memiliki kekuatan yang sangat besar. Gojek memiliki lebih dari 2 juta mitra driver dan Tokopedia punya 10 juta mitra UMKM.

Kita lihat akan bertambah dan dari jumlah pelanggan atau user setelah mereka digabung. Selama ini sudah ada sinkronisasi Tokopedia antarkan pakai Gojek. Dengan merger ini konsolidasi akan lebih diintensifkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Mengenal OTP, Kode Rahasia yang Jadi Incaran Peretas

Saat ini, data BEI mencatat, emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar masih dikuasai PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap Rp 790 triliun, dan bank lainnya yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 480 triliun, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 266 triliun.

(TOW)

Artikel ini telah tayang di CNBC Indonesia

Loading...