Selaras dengan Go-Jek, Bos Grab juga Mendukung Keputusan MK Soal Ojek Online

Keberadaan ojek online masih menuai pro dan kontra. Terakhir, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak ojek online harus dilegalkan.

Menanggapi putusan MK tersebut, GO-JEK menghormati putusan tersebut yang dalam vonisnya menetapkan ojek online bukan termasuk transportasi umum.

“Sebagai warga usaha yang baik, kami menghargai dan menghormati keputusan pemerintah dalam hal ini Mahkamah Konstitusi (MK) terkait status hukum ojek online,”ujar VP Corporate Communications GO-JEK, Michael Say dalam pernyataannya kepada media, Jumat(29/6/2018).

CEO and Co-founder Grab Anthony Tan pun akhirnya angkat suara, ia mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh keputusan pemerintah. Perusahaan akan terus sejalan dengan regulasi pemerintah di Indonesia.

Kami akan terus bekerja untuk pemerintah. Kami telah berinvestasi banya. Kami juga menciptakan jutaan lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat di Indonesia,” ucap dia di Singapura, Selasa (10/7/2018).

Baca Juga :  Driver Ojol Ini Menyesal Setelah Mengabaikan Peringatan

“Anthony menilai pemerintah sangat mendukung kebutuhan mobilisasi masyarakat di Indonesia. Hal ini salah satunya dengan keberadaan ojek online.

“Kami hanya ingin bekerja dengan pemerintah. Dan pemerintah sendiri sangat mendukung dalam memobilisasi masyarakatnya di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Anthony mengatakan bahwa keinginan pemerintah sejalan dengan visi dan misi perseroan.  Pihaknya pun ingin membantu pemerintah dalam menyediakan transportasi bagi masyarakat.

“Jadi, kami rasa semua ini sejalan dengan pemerintah. Kami menciptakan lapangan pekerjaan. Dan hari ini kami merayakan pencapaian 2 miliar pengemudi Grab di seluruh Asia Tenggara,” dia menandaskan.

Grab Rilis Produk Baru, Pelanggan Bisa Belanja Sembako Tanpa Keluar Rumah

Grab meluncurkan platform terbaru (Grab Platform) di Singapura pada Selasa Ini. Dalam platform terbaru ini Grab menawarkan berbagai layanan. Salah satunya adalah layanan yang menawarkan pelanggan untuk bisa belanja kebutuhan sehari-hari secara online (GrabFresh).

Baca Juga :  Penjualan Mobil di China Lesu, Hyundai Inves Modal ke Grab

“Grab Platform merupakan serangkaian API (application programming interface) bagi para mitra untuk mengintegrasikan layanan mereka dengan Grab,” tutur CEO dan Co-founder Grab Anthony Tan di Singapura, Selasa (10/7/2018).

Anthony menjelaskan, Grab Platform kini merupakan aplikasi super yang menjawab semua kebutuhan sehari-hari. Grab platform, kata Anthony, akan membawa pengaruh besar pada perekonomian.

“Grab platform merupakan everyday supperapp pertama di Asia Tenggara. Ini mengapa ada GrabFresh juga, layanan pengiriman barang belanjaan on-demand. Glab platform akan bawa pengaruh ekonomi yang besar dari apa yang sudah kami lakukan sebelumnya,” ujarnya.

Adapun GrabFresh merupakan integrasi rekanan Grab Platfrom dengan Happy Fresh, yakni perusahaan penyedia layanan yang bergerak di bidang pengiriman barang belanjaan.

Baca Juga :  Terdakwa Pelaku Pembunuhan Driver Grab di Palembang Divonis Hukuman Mati

(liputan6/tow)

Loading...