Sadis, Ojek Pangkalan Tembak Harga Hingga Rp 750 Ribu, Netizen: Mending Naik Taksi Onlen Aja

Ojek pangkalan tega peras penumpangnya, sampai Rp 750 ribu untuk jarak 13 km.

Salah satu kelebihan ojek online adalah tarif pasti yang sudah tertera pada aplikasi.

Sedangkan bila menggunakan jasa ojek pangkalan, harus ada tawar-menawar hingga terjadi kesepakatan tarif.

Bila tidak, bukan tidak mungkin terjadi salah paham antara pengemudi dan penumpang.

Seperti kejadian yang satu ini.

3 penumpang ojek pangkalan (opang) dibuat terkejut dengan tarif opang yang mencapai Rp 750 ribu.

Mereka hanya berangkat dari Kalideres menuju Tanjung Duren yang ditempuh sekitar 13 km.

Padahal, naik ojek online hanya dipatok sekitar Rp 29 ribu per motor.

Kalau untuk 3 motor, berarti mereka harus membayar Rp 87 ribu.

Aksi yang diduga pemerasan ojek pangkalan ini langsung viral di media sosial.

Baca Juga :  Dampak dan Pengaruh Go-Jek Terhadap Perekonomian Bandung

Video pemerasan tukang ojek pangkalan ini diunggah oleh akun youtube zakaria yt pada Rabu (19/2).

Pengemudi pun memaksa untuk tetap membayar sejumlah yang disepakati.

Setelah menguras isi dompet, akhirnya 3 penumpang ojek pangkalan itu bisa membayar.

Unggahan video ini mengundang banyak komentar dari netizen.

yustinlangkamau: inilah yg bikin males naek opang, mending naik ojol, harga dah pasti, dan kita kasih tips nya juga ikhlas

natasya_carleontan: Naik ojek bertiga 450.. naik grab car paling 200 rb ckckck

discobarb: Mending naik taksi onlen aja ga kepanasan ga keujanan sama sama bayar segitu

Hal ini bisa jadi pembelajaran, dengan kasus ini pastinya penumpang merasa diperas oleh pengemudi ojek pangkalan.

Baca Juga :  Maju Nyaleg DPR RI, Ini 7 Program Khusus yang Dijanjikan untuk Driver Ojek Online

Namun memang tidak terjadi kesepakatan di awal, sehingga pengemudi bisa mematok tarif semena-mena.

Artikel ini telah tayang di https://gridmotor.motorplus-online.com/read/292033187/palak-duit-sampai-rp-750-ribu-viral-video-tukang-ojek-pangkalan-tega-peras-penumpang-netizen-uangnya-dijamin-gak-berkah?page=all

Loading...