Riset Terbaru LD FEB UI: Mayoritas Konsumen Menganggap Layanan Gojek Paling Aman

SEMPROT DISINFEKTAN - Petugas menyemprot kendaraan mitra GoRide dengan disinfektan di Posko Aman J3K Gojek di Ring Road point, Jalan Gagak Hitam, Jumat (16/10/2020). Mitra Gojek diwajibkan memeriksakan kesehatan sekali dalam sepakan ke Posko Aman J3K. TRIBUN MEDAN/LISTON DAMANIK

Riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menemukan bahwa mayoritas konsumen (93 persen) menganggap keamanan layanan Gojek lebih baik dari standar industri.

Salah satu bukti nyata yang dilakukan Gojek adalah melalui tiga inovasi terbaru di bawah inisiatif J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan).

Kesigapan ini menjadikan Gojek perusahaan penyedia layanan transportasi digital dengan protokol kesehatan dari hulu ke hilir terlengkap di layanan transportasi.

Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan sejak awal pandemi, Gojek telah sigap melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan lewat inisiatif J3K pada setiap layanan tanpa beban biaya tambahan.

Baca Juga :  Penyedia Bahan Baku hingga Bengkel Mendapat Manfaat dari Kehadiran Gojek di Kota Surabaya

“Salah satu dari inovasi terbaru Gojek bersifat nonteknologi yaitu Alat Perlindungan Driver GoRide yang bertujuan sebagai lapisan keamanan tambahan untuk menjaga kesehatan mitra driver dan pengguna selama perjalanan. Inovasi tersebut, yang terdiri atas sekat pelindung kendaraan dan pelindung wajah, telah hadir di 16 kota dan didistribusikan ke lebih dari 36.000 mitra GoRide dan akan berlanjut secara bertahap,” ujarnya, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Inovasi lain yang bersifat teknologi dan telah diimplementasikan secara massal adalah fitur “Komitmen Keamanan terhadap Protokol J3K” di aplikasi pelanggan. Ini untuk memastikan protokol kesehatan telah dilaksanakan; dan fitur Ceklis Protokol J3K dan Selfie Verifikasi Masker di aplikasi mitra driver untuk memastikan mitra driver dalam keadaan sehat, rutin mencuci tangan, telah mendisinfeksi kendaraan, akan menjaga jarak selagi menunggu orderan, dan menggunakan masker.

Baca Juga :  Gojek Siap Berkolaborasi Mendukung Penguatan Integrasi Multimoda

Selain itu, Gojek juga memiliki fitur Geofencing yang membantu mitra driver mencegah berkerumun sekaligus menghindari zona merah saat bekerja untuk mendukung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

“Menyadari situasi pandemi yang begitu dinamis, kami terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi baru baik yang berbasis non-teknologi maupun teknologi untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan bersama. Hal ini kami lakukan untuk menyesuaikan kebutuhan sambil terus memberikan rasa aman bagi mitra driver dan penumpang saat berada di perjalanan,” ujar Nila.

Rangkaian inovasi J3K Gojek terbukti telah membantu konsumen beradaptasi semasa pandemi, sehingga mereka terus terus mengandalkan Gojek untuk beraktivitas.

Selain inovasi-inovasi tambahan di atas, Gojek juga menghadirkan tempat penitipan helm, tempat cuci tangan, dan dispenser hand sanitizer yang berkolaborasi dengan Wardah, Antis, dan Godrej, serta menyediakan belasan ribu hand sanitizer di puluhan titik Zona Nyaman J3K yang tersedia di lokasi-lokasi strategis, termasuk stasiun dan pusat perbelanjaan.

Baca Juga :  Layanan Ojek Online Aktif Kembali di Jakarta, Penumpang Jangan Lupa Bawa Helm dan Masker Sendiri

(TOW)

Loading...