Dukung UMKM, Grab Berikan Fitur Grab Ads Self Service

Bantu Pulihkan Ekonomi, Grab Percepat Digitalisasi UMKM Jawa Barat Lewat 6 Solusi #TerusUsaha Tribun Jabar/Siti Fatimah

Dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diberikan sejumlah perusahaan. Salah satunya adalah ditunjukkan perusahaan aplikasi terkemuka, Grab Indonesia.

Menurut Richard Aditya, Director of West Indonesia, Grab Indonesia, sebagai penyumbang besar perekonomian negara, UMKM perlu diberikan dukungan dan kesempatan. Tujuannya agar UMKM bisa semakin dekat dengan para pembelinya sehingga bisa meningkatkan penjualan.

“Kami siapkan portal-portal yang memudahkan UMKM bergabung dengan platform kami. Yang terdaftar se-Indonesia mencapai 350.000 UMKM dan di Jabar ada puluhan ribu. Untuk itu kami terus melakukan pembinaan dengan edukasi, salah satunya melakukan pelatihan digitalisasi yang bekerja sama dengan Disperindag Jabar dan juga Dekranasda Kota Bandung,” kata Richard saat wawancara virtual, Jumat (9/10) seperti dilansir dari Tribunjabar.id.

Ia menambahkan, pelatihan yang dilakukan secara virtual tersebut untuk percepatan digitalisasi bisnis kepada UMKM supaya daya saing mereka meningkat.

Selain itu, kata Richard, Grab membuat inisatif dengan visibilitas UMKM agar maksimal. “Visibilitas ini dilakukan melalui aplikasi di Grab untuk bisa mempromosikan iklan-iklan mereka secara gratis dan muncul di halaman utama kami, di medsos, dan saluran digital Grad serta ada influencer yang membantu mempromosikan UMKM,” ujar Richard.

Baca Juga :  KATO dan KSPI akan Ajukan Uji Materi UU LL AJ ke MK

Menurutnya, iklan ini sudah menjangkau 15 juta masyarakat pengguna. Dengan iklan ini penjualan mitra Grab Food dan Grab Mart meningkat sampai 20 persen selama periode promosi iklan ini.

Richard mengatakan, untuk meningkatkan visibilitas tersebut, Grab juga memberikan fitur Grab Ads Self Service. Dengan fitur ini UMKM bisa membuat iklan secara kreatif dan bisa dengan mudah mengikuti iklan yang sudah ada.

“Proses pembuatan tiga menit karena sistemnya sudah memandu iklannya dengan mudah. Bisa mengikuti tipe iklannya kayak apa, banner seperti apa, desain warna apa supaya muncul saat dicari. Tapi ini ada harganya, cuma murah, yakni Rp 57.000 untuk iklan satu hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Marak Opik, Grab Luncurkan Fitur Anti Tuyul

Richard menambahkan, pelatihan tentang digitalisasi sangat diperlukan oleh para pelaku usaha agar mendapatkan pengetahuan tentang cara menjalankan bisnisnya melalui teknologi. Hal ini sejalan dengan misi GrabForGood untuk memastikan setiap orang bisa menikmati manfaat dari ekonomi digital dan tentu saja sangat dibutuhkan di era modern, terlebih saat masa pandemi yang memaksa masyarakat mengubah kebiasaan mereka dalam memenuhi kebutuhannya.

Ia menjelaskan, GrabForGood adalah sebuah portal yang bisa diakses oleh UMKM yang berisi mengenai tip-tip bisnis dan juga bisa sharing dengan sesama pelaku UMKM lainnya.

Dukungan lainnya adalah Grab juga hadir dengan Program “Bandung Raoseun Ala Grab” atau BRAGA saat memperingati hari jadi ke-210 Kota Bandung. Dalam program ini, Grab mengadakan online bazaar GrabExpress dengan memberikan ruang kepada 300 social sellers untuk lebih dekat dengan para pembelinya. Grab juga bekerja sama dengan Dekranasda Kota Bandung untuk mendukung Pasar Kreatif Bandung yang akan digelar di 9 mal di Bandung.

Baca Juga :  Keren! Polsek Palmerah Kerjasama dengan Ojek Online Atasi Curanmor

Di Jawa Barat, Grab juga bekerja sama dengan Diserindag Provinsi Jabar dan Disperindag Kabupaten Bandung untuk memperkenalkan layanan digital kepada puluhan ribu industri kecil menengah (IKM) dan ribuan pedagang pasar tradisional.

Kesempatan Memperoleh Pendapatan Baru

Grab juga membuka kesempatan bagi para pelaku usaha, yakni mereka bisa mendaftar, mengelola dan mengembangkan bisnis kuliner mereka melalui platform digital GrabMerchant secara gratis.

Bagi individu yang mata pencahariannya terdampak akibat Covid-19, mereka dapat bergabung menjadi agen individu GrabKios untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan.

(TOW)

Loading...