Protokol J3K dari GoJek Beri Kenyamanan dan Keamanan Jalani Masa Transisi

Salah satu Protokol J3K dari Gojek untuk mencegah penularan Covid-19 di masa transisi, yakni pemasangan ProtectShield di kendaraan GoCar. (Dok. Humas Gojek)

Setelah lebih dari tiga bulan, akhirnya pemerintah mulai melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah.

Sebelumnya, hampir seluruh masyarakat harus beraktivitas di dalam rumah, mulai dari belajar, bekerja, dan beribadah.

Meski kini sudah berada dalam masa transisi, masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/5/2020), Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menyusun protokol kesehatan yang harus dipatuhi masyarakat selama masa transisi.

Protokol kesehatan tersebut meliputi mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, hindari menyentuh wajah, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker, serta menjaga jarak.

Tak hanya itu, menghindari kerumunan serta menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain harus dilakukan untuk dapat menjalani hari dengan lancar.

Selama masa transisi ini, masyarakat bisa beraktivitas sehari-hari dengan normal, mulai dari bekerja, makan di restoran, berkunjung ke rumah saudara, hingga berjalan-jalan di pusat perbelanjaan.

Nah, agar dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, ada beberapa hal baru yang harus dibiasakan.

Misalnya dengan selalu membawa hand sanitizer, masker, dan semprotan disinfektan saat bepergian. Ketiga benda tersebut menjadi wajib dibawa di dalam tas selama masa transisi ini.

Baca Juga :  Didirikan Tiga Sekawan, Starup Baru Ini Tawarkan Sistem Koperasi

“Selama masa transisi ini, kita diharuskan menggunakan masker saat di luar,” ujar dr. Aditya Surya Pratama, Sabtu (4/7/2020).

Dokter Aditya Surya Pratama.(Dok. Humas Gojek.)

Menurut dokter yang pernah menjadi presenter acara Dr. OZ Indonesia tersebut, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dapat menurunkan risiko terpapar droplet atau cairan tubuh yang muncul saat bersin, batuk, bahkan berbicara.

Droplet inilah yang menjadi biang penyebaran Covid-19.

Tidak hanya Covid-19, kata dr. Adit, mengenakan masker juga dapat melindungi diri dari penyakit lain yang juga disebabkan droplet, seperti flu maupun tuberculosis.

Selain itu, selalu biasakan diri mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan di tempat umum, seperti mencuci tangan dan pengecekan suhu tubuh, sebelum memasuki gedung atau pusat rekreasi.

Hal tersebut harus dilakukan oleh seluruh masyarakat untuk meminimalisasi penyebaran virus.

Adaptasi penyedia layanan transportasi

Adaptasi tidak hanya dilakukan masyarakat di masa transisi.

Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, seperti Gojek, juga turut menyesuaikan layanan untuk menghindari penularan Covid-19.

Baca Juga :  Catatan Gojek, Modus Penipuan Ini Paling Banyak Selama Tahun 2020

Gojek menerapkan Protokol J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan).

Protokol ini diberlakukan untuk memberi kenyamanan dan keamanan, baik bagi penumpang maupun mitra pengemudi selama berkendara.

Salah satu bentuk dari protokol ini, yakni Jaga Keamanan, diwujudkan dengan pemasangan ProtectShield atau sekat pelindung di mobil mitra Gojek.

Menurut dr. Adit, pemasangan sekat pelindung di layanan GoCar akan meningkatkan pertahanan diri dari risiko penularan penyakit.

Pasalnya, sekat pelindung tersebut memperkecil kemungkinan kontak langsung antara pengemudi dan penumpang sekaligus menurunkan risiko terpapar droplet penyebab penyakit.

“Jadi, pemasangan sekat pelindung di GoCar ini bisa memberi proteksi tambahan bagi penumpang maupun driver,” tambah pemilik akun Instagram @adityaspratama ini.

Untuk menghindari kemungkinan virus menempel, Protokol J3K dari Gojek juga memperhatikan kebersihan kendaraan mitra pengemudi dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan yang dilakukan secara berkala di Posko Aman J3K.

Selain itu, suhu tubuh driver juga dicek secara rutin.

Tampilan aplikasi Gojek untuk mengetahui pengemudi sudah memenuhi Protokol J3K.(Dok. Gojek)

Dokter Adit juga memberi saran kepada para mitra pengemudi untuk membersihkan mobil setiap hari. Sementara, untuk sekat pelindung sendiri sebaiknya dibersihkan sesering mungkin.

Baca Juga :  Gojek Turut Berbelasungkawa Atas Mitra yang Menjadi Korban Paket Sate Misterius

“Baiknya pembersihan dilakukan setiap kali penumpang turun, baik dari sisi yang mengarah ke penumpang ataupun pengemudi,” kata dr. Adit, sperti dilansir dari Kompas.com.

Anda sebagai penumpang juga bisa memastikan GoCar yang dipesan telah memenuhi Protokol J3K dengan melihatnya di aplikasi.

Informasi tersebut bisa didapatkan saat melakukan pemesanan GoCar.

Penumpang bisa melihat status mobil dengan sekat pelindung, pengecekan suhu tubuh driver, dan kendaraan yang sudah didisinfeksi pada halaman profil pengemudi.

Tak hanya di Jabodetabek, pemberlakuan Protokol J3K, baik pemasangan sekat pelindung dan lainnya, juga dilakukan mitra GoCar di total 16 kota lainnya secara bertahap.

Menariknya, Protokol J3K yang diterapkan Gojek tidak memengaruhi tarif layanan yang dibayarkan pelanggan.

Artinya, protokol kesehatan tersebut sudah menjadi layanan tambahan sebagai bentuk adaptasi di masa transisi.

Dengan adanya Protokol J3K ini, baik penumpang ataupun pengemudi akan merasa aman dan nyaman.

Harapannya, semua mitra Gojek dan penumpang dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan tenang selama masa transisi.

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi gojek.com/J3k.

(TOW)

Loading...