Baru Dua Hari Dibuka Kembali, Penumpang Ojol di Bekasi Masih Sepi

ilustrasi. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

Platform layanan transportasi online Grab dan Gojek sudah diizinkan mengangkut penumpang di area Kota Bekasi mulai Kamis (9/7/2020). Meski begitu, pengemudi mengaku belum mendapat penghasilan yang menggembirakan.

Sunarno, seorang pengemudi ojek online (ojol) mengaku dia baru mendapat tiga penumpang sejak kemarin hingga siang ini. Rute antarnya pun tidak lebih dari lima kilometer. Praktis, uang yang dibawa pulang belum sesuai harapan.

“Masih sepi sih dari kemarin. Saya dua hari juga baru dapat tiga penumpang. Kalau ditotalin hampir Rp50 ribu,” kata Sunarno, Jumat (10/7/2020) Ayobekasi.net.

Awalnya, ia merasa senang karena bisa kembali mengangkut penumpang di Kota Bekasi. Namun, melihat kenyataan yang ada, Sunarno hanya bisa gigit jari.

Baca Juga :  Petugas Damkar Bantu Evakuasi Ponsel Driver Ojol yang Tercebur di Saluran Air

“Mungkin harus lebih sabar lagi, maklumi aja kan baru kemarin dibuka lagi (layanan penumpang),” ujarnya.

Kalau Sunarno masih bisa mendapat tiga penumpang, lain halnya dengan Marsudi, pengemudi ojol lain yang mengaku belum mendapat penumpang sama sekali. Satu-satunya order yang masuk adalah permintaan mengirim barang.

“Dari kemarin baru kirim barang aja satu ke Tambun. Belum dapat yang penumpang,” kata dia.

Namun, Marsudi tidak putus harapan. Izin yang diberikan Pemkot Bekasi untuk beroperasi membawa penumpang jadi harapan tersendiri.

Keadaan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Yang penting udah dibolehin dulu deh angkut penumpang-nya. Nanti juga lama-lama ramai lagi,” ujarnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bahwa pihaknya menyadari kebutuhan warga Bekasi dan mitra pengemudi ojek online yang sempat terhambat gara-gara pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Warga Protes ke Pemkot Probolinggo Karena Menutup Go-Jek Secara Sepihak

Untuk itulah, ia akhirnya mengizinkan Grab dan Gojek mengaktifkan kembali layanan motor khusus penumpang.

“Saya melihat warga saya ini butuh sebuah kegiatan ekonomi untuk menunjang pendapatan ekonomi keluarganya.Jadi, kalau terus menerus takut dengan virus lama-lama bisa terkapar. Yang penting bagaimana kita bisa produktif dan aman Covid-19,” katanya.

(TOW)

Loading...