Ribuan Angkot di Sukabumi Terancam Gulung Tikar

Ribuan angkutan kota (angkot) konvensional yang beroperasi atau mempunyai trayek di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat sudah tidak lagi beroperasi lantaran bankrut atau gulung tikar di tengah persaingan usaha moda transportasi darat ini.

“Jumlah angkot yang terdata di kami sebanyak 2.463 unit, namun lebih dari setengahnya sudah tidak lagi beroperasi karena kalah persaingan usaha,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Abdul Rachman di Sukabumi, Jumat.

Menurutnya, semakin berkembangnya jenis usaha transportasi umum di Kota Sukabumi seperti angkutan umum berbasis daring atau online memicu persaingan usahanya menjadi lebih ketat. Jika tidak siap maka akan tergerus dengan moda transportasi yang semakin canggih.

Baca Juga :  Jeli Melihat Peluang, Driver Gojek Ini Berhasil Kembangkan 3 Bisnis Kuliner dari Dapur

Apalagi konsumen (penumpang) sekarang membutuhkan alat transportasi umum yang mudah, nyaman dan cepat. Jika penarik atau pengusaha angkot khususnya di Kota Sukabumi tidak segera berinovasi dalam memberikan pelayanan maka sulit bersaing dengan transportasi umum lainnya khususnya transportasi online.

Selain itu, banyaknya angkot yang tidak beroperasi ini bisa saja dikarenakan pemiliknya mengubah menjadi angkutan pribadi.

Maka dari itu, pada puncak perayaan Hari Perhubungan Nasional tingkat Kota Sukabumi pihaknya akan mengumpulkan seluruh komunitas angkot konvensional untuk melakukan berbagai inovasi.

“Sopir maupun pengusaha angkot konvensional harus punyai inovasi atau cara kreatif dalam menarik perhatian calon penumpang agar mau menggunakan jasanya,” tambahnya.

Abdul mengatakan ide positif dan inovatif ini harus dimiliki seperti merenovasi angkotnya sedemikian rupa dengan menyediakan fasilitas musik, televisi hingga wi-fi serta pelayanannya pun ramah.

Baca Juga :  Mobil Grab Ditabrak Kereta, 4 Orang Tewas

Konsep ini sudah diagendakan oleh pihaknya dan rencananya pada Hari Perhubungan Nasional pihaknya juga akan meluncurkan angkot konvensional seperti itu.

Sementara itu, dewan penasehat salah satu komunitas angkot konvensional Budi Adinata mengatakan angkot yang tergabung dalam komunitasnya sudah banyak yang direnovasi seperti dilengkapi dengan musik dan televisi. Ini dilakukan untuk menarik perhatian

“Banyak inovasi yang kami lakukan sebagai bentuk pelayanan, tujuannya untuk menambah daya saing di dunia usaha transportasi darat. Sebab, sekarang penumpang banyak pilihan untuk menentukan moda transportasi mana yang akan digunakannya,” katanya.

(antara/tow)

Loading...