Pemilik Usaha Kuliner Ini Mengaku Terus Produktif Berkat Aplikasi Gojek

Foto: Nadia Iselinni

Tahun 2020 merupakan tahun bagi setiap orang untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang penuh tantangan. Setiap orang hanya keluar rumah jika ada keperluan penting, pun itu dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Segala keterbatasan ini membuat seorang pegiat wisata asal Jakarta Selatan, Nadia Iselinni (36) tak lagi bisa menjalankan usaha travel planner-nya, Travelodia yang dimulai 2016.

“Terakhir trip itu ke Amerika Serikat Februari, terus trip Maret akhirnya batal karena bordernya New Zealand tutup. Tahun ini trip yang batal kayaknya ada delapan,” ujarnya wanita yang akrab disapa Nana kepada detikcom belum lama ini.

Sebelumnya, bisnis yang ia jalani bersama rekannya itu melayani customised trip untuk liburan ke berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Eropa. Tak hanya untuk liburan, ia juga membantu instansi pendidikan yang ingin karya wisata tour melalui bisnisnya.

“Misalnya study tour rombongan mahasiswa ke Thailand, ke Malaysia, atau kalau ke Asia paling ke Jepang, Korea yang paling banyak, pernah juga road trip ke India,” ungkapnya.

Dalam setahun, melalui bisnis travel planner ia memperoleh omzet Rp 200-400 juta dari 1-2 kali trip setiap bulan. Namun sejak awal adanya pandemi ia kembali meneruskan bisnis Arum Kitchen dan sebulan terakhir ia membuka bisnis baru Ayam Bebek Java.

Baca Juga :  Loyalitas Pelanggan Jadi Kunci Pertumbuhan Jangka Panjang Gojek

“Jadi dari tahun 2015 emang sempet bikin kayak bakery online, Arum Kitchen. Sempet off karena nggak ada yang bantuin dan saya kan traveling terus, karena pandemi Arum Kitchen-nya mulai lagi deh, itu lebih ke baking roti, segala macam roti kekinian,” ungkapnya, seperti dilansir dari detik.com.

Sementara untuk Ayam Bebek Java merupakan bisnis baru yang ia buka karena ia beranggapan roti bukan makanan orang Indonesia tiap hari, sehingga ia membuka bisnis baru yang menyediakan menu ayam dan bebek untuk santapan sehari-hari.

Kedua bisnis tersebut ia jalani hanya secara daring melalui order via Instagram tanpa memiliki toko offline. Hingga sekarang ia telah memiliki 5 tim yang membantu bisnis kulinernya, terdiri dari 3 koki dan 2 admin.

Tak hanya meneruskan bisnis lama, Nana juga telah melibatkan banyak UMKM dan driver ojol dalam bisnisnya sekaligus membantu mereka bertahan di tengah pandemi.

Ketika ditanya apa yang bisa mempermudah bisnisnya di tengah pandemi, secara terbuka ia menerangkan selalu membeli bahan-bahan untuk membuat kue, ayam, atau bebek secara daring. Termasuk untuk mengirim jualannya kepada pelanggan, ia selalu mengandalkan jasa kurir instan.

“Biasanya telur, beli tambahan-tambahan lain bahkan kalau kayak sekarang ayam bebek keperluan di pasar pakai GoShop atau GoMart. Buat kirim ke pelanggan bisa pake GoSend” katanya.

Baca Juga :  Urus Tilang di Kejaksaan Negeri Denpasar Bisa Pakai Layanan Gojek, Aman!

Ia mengaku bisa terus produktif menjalankan bisnis meskipun semua dijalankan secara daring. Menurutnya, salah satu yang memudahkan adalah dengan adanya aplikasi seperti Gojek. Perempuan pemilik akun Instagram @nadiaisel ini percaya bahwa selain memudahkan berbagai aktivitas bisnis dan kesehariannya, keberadaan aplikasi super bisa membuatnya berperan untuk membantu UMKM hingga driver online bertahan di tengah pandemi.

“Jadi GoSend itu untuk nganterin pesanannya, setiap hari sekitar 20-30 pesanan, semuanya pakai GoSend. Jadi ngebantu banget, karena saya awal-awal sempet pakai kurir sendiri tapi ternyata kurir sendiri lebih repot lagi, akhirnya balik lagi pakai GoSend,” ungkapnya.

Menutup tahun 2020, Nana memiliki harapan agar bisnisnya terus berkembang, sebab ia menilai untuk saat ini jalannya bisnis makanan daring masih sangat baik, apalagi adanya momentum natal dan tahun baru.

“Kebanyakan orang sedang mencari alternatif ‘bingkisan’ akhir tahun yang bisa dikirimkan ke keluarga dan teman2 terdekatnya,” ungkapnya.

Ia juga meyakini di luar sana pasti masih banyak masyarakat yang turut andil dalam membantu sesama, bahu membahu untuk bermanfaat bagi orang banyak, terlebih di tengah kondisi yang seperti saat ini.

Baca Juga :  Benarkah Tarif Maxim Naik Mulai Sabtu 21 Desember 2019?

“UMKM rumahan jelas sangat terbantu dengan adanya Gojek. Saya sendiri pengguna aktif GoShop, GoMart, dan GoSend. Tetap berdaya guna meski cuma di rumah aja. Nggak kebayang kalau nggak ada fasilitas-fasilitas dari Gojek, mungkin pandemi begini makin bingung gimana cara bertahan ataupun betah di rumah,” sambungnya.

Warrior From Home 2020

Predikat Nana sebagai Warrior From Home didapatkannya ketika melihat laporan kilas balik Gojek 2020 (kejoG), yang menurutnya cukup unik dan berbeda dengan tahun sebelumnya.

kejoG merupakan kampanye penutup akhir tahun Gojek yang mengajak para pelanggannya untuk melihat kilas balik sepanjang 2020. Tahun ini, tema Warrior From Home terinspirasi dari peran penting pelanggan Gojek dalam membantu para mitra driver dan mitra UMKM untuk tetap produktif di tengah pandemi.

“Melalui laporan yang dipersonalisasi bagi setiap pelanggan, kami mengapresiasi mereka yang telah menjadi pahlawan meskipun #dirumahaja namun turut memberikan kontribusi pada perekonomian lokal,” ujar Group Chief Marketing Officer Gojek, Ainul Yaqin.

Selama tahun 2020, Nana mengaku telah melakukan transaksi non-tunai sebanyak 310 kali, menggunakan jasa driver sebanyak 402 kali, membantu 53 UMKM tetap bertahan, bahkan memberikan tip non-tunai sebanyak 103 kali sehingga ia pun mendapat predikat Warrior Setar Setor.

(TOW)

Loading...