Bacok Driver Ojek Online Sampai Mati, Dua Begal Ditembak Polisi

BANDIT SADIS: Tersangka Slamet dan Sakur diamankan di Polrestabes Surabaya. (ISTIMEWA)

Dua begal motor yang menyebabkan korbannya meninggal dunia di Jalan Pragoto dua tahun lalu akhirnya diringkus Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Dua tersangka yang ditangkap itu Slamet, warga Kedundung, Sampang, dan Sakur, tinggal di Jalan Bendul Merisi Gang Makam Surabaya. Mereka melakukannya perampasan motor milik Karyadi, 45, warga Jalan Letjen Sutoyo, Waru, Sidoarjo.

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya mengamankan tersangka setelah setelah beraksi lagi di wilayah Pabean Cantikan. Kemudian terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

BARANG BUKTI: Celurit milik pelaku yang dipakai membunuh korban karena nekat melawan. (ISTIMEWA)

Kami mengamankan tersangka dari petunjuk rekaman CCTV saat beraksi terakhir kali di Pabean Cantikan. Keduanya kami tembak di kaki karena mencoba melawan petugas saat ditangkap,” kata Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Ambuka Yudha, kemarin, seperti dilansir dari Jawapos.com.

Baca Juga :  Sukses Tangani Penjualan Tiket Celine Dion, Loket Anak Perusahaan Go-Jek Kini Ikut Kelola Tiket Asian Games 2018

Polisi menyelidiki kasus itu karena ada kesamaan dalam modus pembegalan. Korban diminta untuk mengantarkan tersangka A yang masih buron ke lokasi yang ditentukan.

Ternyata sudah ada Slamet dan Sakur yang menunggu di lokasi. Mereka merampas motor milik korban yang bekerja sebagai tukang ojek online.

Dari sini tersangka kami interogasi dan dia mengakui jika beraksi di Jalan Pragoto pada dua tahun lalu,” ungkap Kompol Ambuka.

Komplotan ini mengincar driver ojek sebagai sasaran. Biasanya mencari sasaran di wilayah Terminal Bungurasih. Apabila ojek yang ditentukan tersebut menggunakan aplikasi, maka tersangka A meminta korban untuk menggunakan sistem offline saat mengantarnya.

Tersangka A memberikan sejumlah uang tambahan agar korban mau mematikan aplikasi untuk mengantarnya,” jelas Ambuka.

Baca Juga :  Antusias Pengendara Ojek Online Jemput Bantuan di Kantor Gubernur Sulawesi Utara

Tersangka Slamet mengaku sudah beraksi tiga kali di Jalan Pragoto, Srengganan Lebar depan SDN Sidodadi II Surabaya, dan Simolawang Baru.

Rata-rata tersangka mengarahkan korbannya ke Surabaya Utara. Hasilnya langsung dijual ke wilayah Madura. “Pengakuan mereka, penadah motor curiannya berganti-ganti. Tergantung siapa yang mau,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Slamet yang bertugas sebagai eksekutor mengaku korbannya rata-rata menyerah saat diancam dengan celurit.

Namun saat itu, Karyadi melawan dan langsung saja celurit disabetkan hingga mengenai dada korban dengan luka sabetan selebar 14 sentimeter yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Korban saat itu melawan sehingga kami sabetkan celurit dan kami kabur bawa motornya,” kata Slamet.

Baca Juga :  Jakarta PSBB Ketat, Pendapatan Ojol Diperkirakan Bakal Anjlok Lagi Hingga 80 Persen

(TOW)

Loading...