Tarif Membengkak Tak Masuk Akal, Akun Resmi Uber Dibanjiri Keluhan Penumpang

201

Akun Twitter resmi Uber Indonesia kebanjiran keluhan dari penumpang yang merasa tarif perjalanan mereka membengkak tak masuk akal. Penumpang menunjukkan pengalaman tak menyenangkan mereka beserta bukti ke akun @Uber_IDN.

Hari ini, Senin (2/10) pukul 19.00, penumpang curhat bahwa tagihan mereka bisa naik tiga kali lipat dari tarif perjalanan. Pengalaman ini dirasakan penumpang bahkan sejak sebulan silam.

Totalnya 0 ditagihnya 100rb.. Perasaan tripnya ga sepanjang ini deh @Uber_IDN pic.twitter.com/Fk8E9XP7ge
— Irsalina Fitri (@Chalienaa) October 1, 2017

“Waah sama mbak kmrn saya kaya gini, dari sukajadi ke pagarsih biasa 23 rb, kmrn jd 126rb daaaan memakan KM 21km…. Aneh,” sahut @rendystones di Twitter.
Lihat juga: Grab Menilai Penolakan Transportasi Daring Kian Mereda

@Uber_IDN kemaren saya merasa dipermainkan oleh Driver uber, melakukan perjalanan cuma 6 km, tp di recive nya 21Km, tagihan bengkak, aneh
— rendy pratama (@rendystones) October 1, 2017

“senin lalu, waktu ke bandara dari rumah yang mestinya kena charge Rp98.500, melonjak menjadi Rp362.000! dan drivernya ‘ngotot’ maksa saya harus bayar sebanyak yang tertera. #ubertrouble,” tambah @rairahmanindra.

di bandara, sy msh shock lama dengan angka overpaid yang harus dibayar krn masalah sistem. Rp362 ribu! #ubertrouble pic.twitter.com/cdJc4LUzcM
— RAI RA-iN (@rairahmanindra) October 2, 2017

@kemenhub151 tarif Uber @Uber_IDN yg berubah2 sering merugikan konsumen. surge price/tarif petir apakah melanggar batas atas ditetapkan? pic.twitter.com/N2L5yUzpEX
— Andri Nugroho (@anugroho0715) October 1, 2017

Parahnya lagi, ada pula pengemudi Uber yang memaksa penumpang untuk membayar uang yang tertera di tagihan. Jika tidak, pengemudi mengancam tak akan menurunkan penumpang.

saya menolak bayar karena tak bawa cash sebanyak itu. tapi driver ‘maksa’. saya bahkan tidak diijinkan turun, dan akan dibawa kembali keluar dari terminal 3 bandara. padahal 30 menit sisa menuju boarding. #ubertrouble
— RAI RA-iN (@rairahmanindra) October 2, 2017

saya kasih 200 ribu, uang cash saya yang ada di kantong. sisanya akan saya transfer. driver uber menolak. dan tetap ‘ngotot’ mau dibayar 362 ribu. #ubertrouble
— RAI RA-iN (@rairahmanindra) October 2, 2017

Parahnya lagi, penumpang yang terpengaruh kesalahan sistem ini masih ‘dipaksa’ menggunakan jasa dari aplikasi ride hailing ini. Pasalnya, Uber hanya akan mengembalikan uang kelebihan bayar dalam bentuk Uber Credit.

Baca:

Hal itu diceritakan Donna, salah satu penumpang Uber yang mengalami pembengkakan tarif sebulan lalu saat perjalanan dari rumahnya di kawasan Pasar Minggu ke Bandara Soekarno Hatta. Usai diminta membayar tiga kali lipat dari trip fare oleh pengemudi, pihak Uber mengakui ada kesalahan sistem dan bersedia memberikan kelebihan bayar melalui Uber Credit.

“Mereka mengakui ada kesalahan dari sistem.. tapi kelebihannya ngga bisa dikembalikan dalam bentuk cash, bisanya ditambahkan/top up credit Uber jadinya,” katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan cepat.

Penumpang lain, @rairahmanindra juga harus pasrah kelebihan bayarnya masuk ke Uber Credit setelah melakukan protes keras ke customer service Uber. Kejadian tersebut diakuinya sudah terjadi lebih dari sekali.

Saya minta kelebihan bayar sebesar Rp263.500 ditransfer ke rekening. Tapi uber memberikannya sbg deposit atau Uber Credit. Dgn begitu saya ‘harus’ pakai jasa uber lagi.#ubertrouble pic.twitter.com/zpypcsDAEY
— RAI RA-iN (@rairahmanindra) October 2, 2017

pada 31 agustus lalu. kejadian kurang lebih sama dengan trip rumah-bandara overpaid itu juga pernah saya alami saat trip dari pluit-slipi. dari cost Rp44.500 menjadi Rp128.000. overpaid charge Rp83.500 #ubertrouble
— RAI RA-iN (@rairahmanindra) October 2, 2017

“saat itu, saya juga mendapat pengembalian karena overpaid, sebagai deposit atau Uber Credit. yang akan saya gunakan untuk next trip. #ubertrouble,” lanjutnya.

Sementara itu, CNNIndonesia.com telah berusaha untuk menghubungi pihak Uber untuk meminta komentar mengenai hal ini. Hingga berita ini selesai ditulis, Uber belum memberikan tanggapan.

(cnn/tow)