YABB dan GoTo Kembangkan Talenta Teknologi Muda Indonesia Lewat Generasi GIGIH 2.0

Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) dan GoTo Group kembali mengadakan Generasi GIGIH 2.0 yang bertujuan untuk mengembangkan talenta teknologi muda Indonesia.

Menjadi bagian dari program Kampus Merdeka Studi Independen, Generasi GIGIH 2.0 ditujukan untuk lulusan SMK dan mahasiswa agar dapat menjadi talenta teknologi yang mampu mengikuti industri teknologi yang berkembang pesat.

Perubahan lanskap pekerjaan di masa mendatang tidak dapat dielakkan. Laju perubahan sangat cepat karena teknologi. Baik pengembangan di bidang pemerintahan, maupun perusahaan swasta seperti Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Kemampuan generasi muda untuk belajar ilmu baru menjadi sangat penting agar tidak terjadi kesenjangan antara tenaga kerja yang tersedia dengan permintaan dari industri. Dengan demikian, memastikan bahwa talenta teknologi Indonesia adalah talenta yang kritis, tangkas, tangguh, dan berdaya saing tinggi, harus menjadi salah satu fondasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

“YABB yang merupakan bagian dari GoTo Group, dilahirkan untuk mendobrak batasan agar memberikan dampak yang mengakar dan berkelanjutan. Selain kolaborasi dan pola pikir yang tepat, teknologi dan inovasi adalah unsur mendasar dalam setiap langkah kami termasuk dalam mewujudkan program Generasi GIGIH. Kami berharap, lulusan Generasi GIGIH akan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mempunyai cara berpikir baru dalam memecahkan masalah, sehingga nantinya mereka bisa menjadi changemakers (pembuat perubahan),” kata Monica Oudang, Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa.

Tahun lalu, kata Monica melanjutkan, hampir seribu peserta mengikuti proses belajar berjenjang dan melewati beberapa tahap penyisihan. Peserta yang lanjut hingga ke tahap akhir mendapat kesempatan magang di mitra industri YABB dan GoTo Group.

“Kami bangga, 57 persen lulusan Generasi GIGIH tahap akhir tersebut mendapatkan tawaran langsung menjadi karyawan dari mitra industri. Kesuksesan Generasi GIGIH 1.0 ini memberikan kami sinyal untuk membuat dampak yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Generasi GIGIH adalah program yang inklusif karena tidak dipungut biaya dan terbuka untuk mahasiswa yang masih aktif di semester akhir serta lulusan dari SMK dan perguruan tinggi di Indonesia, tidak terbatas untuk jurusan atau ilmu terkait teknologi.

Di Generasi GIGIH 2.0, proses penyisihan di setiap tahap pembelajaran sudah ditiadakan, sehingga setiap peserta punya kesempatan yang sama untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di tahap akhir.

Sebagai jembatan menuju industri teknologi, Generasi GIGIH memberikan paket kompetensi yang lengkap dan terkini, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja, perubahan pola pikir yang tepat, dan kurikulum masa depan agar mampu menghadapi tantangan hari ini dan perubahan di masa yang akan datang.

Salah satu lulusan Generasi GIGIH 1.0, Muhammad Naufal merasa terbantu karena ia bisa melewati proses seleksi di perusahaan unicorn impian dengan lancar. Bahkan saat kini sudah bekerja, ia mengaku semakin merasakan manfaat program tersebut. “Karena kompetensi yang diberikan adalah ilmu teknologi yang fundamental, saya bisa mudah beradaptasi dengan bermacam-macam perangkat teknologi,” katanya.

Kompetensi yang diberikan di Generasi GIGIH adalah kompetensi teknis dan non-teknis yang didesain oleh para pakar dari industri agar peserta menjadi talenta yang siap kerja sesuai kebutuhan industri. Generasi GIGIH menyediakan tiga jalur pembelajaran teknis yang dapat dipilih berdasarkan aspirasi karir peserta, yaitu jalur backend engineer, frontend engineer, dan data analyst. Setiap siswa yang ikut di jalur pembelajaran teknis manapun akan mendapatkan kompetensi softskill, yaitu mendapatkan kursus bahasa Inggris dan pelatihan kesiapan karir.

Kelas Generasi GIGIH mengadopsi metode pembelajaran socratic dan flipped learning yang melatih peserta untuk memiliki pola pikir yang tepat dan kritis. Melalui metode ini, para peserta akan menjadi penentu kesuksesan untuk diri mereka sendiri. Selesai proses pembelajaran, para peserta Generasi GIGIH akan mempraktikkan pengetahuan yang didapat melalui program magang di mitra industri ataupun mengerjakan capstone project.

Generasi GIGIH telah membuka pendaftaran sampai 31 Januari 2022. Bagi individu yang sudah menjadi pakar teknologi bisa bergabung sebagai kontributor untuk membimbing dan berbagi ilmu dalam mengembangkan ribuan talenta teknologi. Sedangkan perusahaan/startup yang menjadi penggerak ekosistem digital Indonesia bisa bergabung menjadi mitra industri.

Generasi GIGIH yang didukung oleh GoAcademy, Tokopedia Academy, Kalibrr, Progate, Cakap.id, Replit, Magang Update, Markoding, Generation Girls, dan Rumah Millennials. Kunjungi http://bit.ly/generasigigih2 untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini ataupun langsung mendaftar.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di tempo.co

Loading...