Waktu Kerja Fleksibel, Mitra Driver Gojek Isi Waktu dengan Mengajar Ngaji

Abdul Ronny, Mitra Gojek Palembang mengajar Ngaji

Bekerja menjadi mitra Gojek di Palembang sejak tahun 2018 silam, adalah berkah tersendiri bagi Pak Abdul Ronny. Pria 52 tahun ini, tak hanya bisa mendapat tambahan berupa penghasilan, namun jadwal kerja yang fleksibel membuatnya tetap memiliki energi untuk mengisi waktunya dengan mengajar ngaji atau belajar membaca Al Qur’an ke rumah-rumah untuk menabung pahala demi bekal akhiratnya.

Kegiatan mengajar ngaji ini, sudah dilakoninya bahkan sejak sebelum bergabung menjadi mitra Gojek. Di luar bulan Ramadan, Pak Ronny mengajar ngaji mulai dari pagi hari hingga malam hari. Namun khusus bulan Ramadan, mengajar ngaji dimulai jam 7 pagi hingga siang, lalu dilanjut ke jadwal siswa lain usai sholat ashar hingga menjelang magrib. Karena usai maghrib, Pak Ronny mengaku hanya akan fokus pada ibadah sholat isya dan tarawih.

Mengajar ngaji sejak 4 tahun silam, berbagai cerita menarik hadir dalam perjalanannya. Namun utamanya, siswa-siswa anak-anak, membuatnya semakin kreatif dalam mengajar.

“Sebagian siswa saya anak-anak, jadi khusus untuk anak-anak, saya melakukan pendekatan yang berbeda. Karena membutuhkan kesabaran dan penyesuaian, karena mereka masih suka bermain. Jadi saya sebagai guru mengikuti keinginan mereka. Jika sudah siap baru kita mulai pelan-pelan. Tidak harus memaksakan untuk langsung mengaji. Biasanya kalau anak-anak, jika agak sulit, setidaknya saya berikan satu hafalan, agar ada berkahnya pertemuan hari itu,” ungkap Pak Ronny.

Saat ini, ada enam keluarga yang diajar mengaji di rumah masing-masing. Murid yang paling baru, sudah berjalan 3 bulan belajar membaca Qur’an. Kebetulan adalah rekannya sesama mitra Gojek. Sementara muridnya yang paling lama, sudah belajar membaca Qur’an dengannya selama 4 tahun. Pak Ronny mengaku bahwa dirinya mengajar setiap hari, mulai dari Senin sampai Minggu. Kecuali peserta ngajinya meminta libur dulu, baru dirinya mengubah jadwal. Biasanya Pak Ronny mengisinya dengan menjadi mitra Gojek.

Soal kecepatan menguasai bacaan Qur’an, menurut Pak Ronny hal ini tergantung dari seberapa serius dan seberapa sering frekuensi belajarnya. “Ada murid saya yang mulai dari awal, dari level Iqra, sampai khatam Qur’an itu hanya perlu waktu 1 tahun dua bulan. Itu mulai dari nol sampai khatam. Namun ada juga yang sudah dua atau tiga tahun, namun belum juga khatam. Karena memang setiap orang berbeda. Siswa anak-anak biasanya lebih cepat, ketimbang siswa yang sudah lebih dewasa. Namun itu tidak masalah, karena saya mengikuti keinginan mereka belajar. Hal ini penting, karena ini adalah bekal akhirat untuk mereka. Kalau terlalu dipaksa, terutama untuk anak-anak, nanti justru akan membuat si anak menjadi malas untuk belajar,” tambahnya.

Tak hanya untuk umum, Pak Ronny juga mengajar sesama mitra Gojek di Palembang. “Saya mencari keseimbangan dunia dan akhirat, itu alasan saya mengajar ngaji. Sampai sekarang bahkan ada beberapa orang mitra Gojek yang juga belajar mengaji, dalam artian belajar membaca Al Qur’an dengan saya. Ke depannya saya juga berniat untuk mengajar rekan-rekan dari komunitas Gojek ini tidak hanya mengaji, tapi juga mengadakan tahlil, membaca Surat Yasin bersama,” jelas Pak Ronny ketika ditanya alasannya mengajar ngaji.

Saat ini, dirinya mengaku masih akan terus menjalani kehidupan menjadi mitra Gojek ini bersandingan dengan gairahnya mengajarkan bacaan Qur’an. “Bagi saya, selama saya diberi nikmat kesehatan InshaAllah saya akan terus mengajar mengaji. Dan selama saya masih sehat juga, saya masih akan terus memperjuangkan untuk bisa mengajar rekan-rekan mitra ojol lainnya untuk bisa mengaji bersama, tadarus bersama dan aktivitas lain seperti tarawih bersama,” pungkas Pak Ronny.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com

Loading...