UN Women Apresiasi Upaya Gojek Ciptakan Keamanan Perempuan di Ruang Publik

Badan PBB khusus Perempuan. ©2019 Merdeka.com

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) mengapresiasi inisiatif Gojek dalam menciptakan ruang publik yang aman untuk kaum perempuan. Seperti menambahkan fitur tombol panik dalam aplikasi layanan transportasi tersebut yang terhubung dengan kontak hotline darurat Gojek.

Representatif UN Women untuk ASEAN, Jamshed Kazi mengatakan langkah konkret tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pelaku industri.

“Saya bangga Gojek sebagai ikon Indonesia telah proaktif menaruh perhatian pada isu kekerasan seksual. Karena prinsip zero (nol) toleransi terhadap pelecehan adalah prinsip yang harus dipegang oleh semua pemain di industri,” ujar dia dalam diskusi publik 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di M Bloc Space, Melawai, Jakarta (11/12).

Baca Juga :  Pengemudi Ojek Online Wajib Mengetahui Manfaat BPJS yang lebih murah dari Rokok

Dia menilai, perempuan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke arah lebih baik jika diberikan rasa aman di ruang publik.

“Data global menyebutkan bahwa apabila tersedia ruang publik yang aman maka wanita bisa berpartisipasi penuh pada roda ekonomi bahkan berkontribusi besar. Mungkin bisa sebesar perekonomian China,” ungkap dia.

Sementara itu, Koordinator Residen PBB untuk Republik Indonesia, Anita Nirody menghormati pihak swasta yang sukarela mewujudkan kepeduliannya, khususnya terhadap perempuan. “Mereka yang secara sukarela telah membangun sistem dan penanganan anti kekerasan seksual sehingga membantu perempuan bisa berpartisipasi penuh dalam perekonomian urban,” jelas dia.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen, mengatakan keamanan merupakan hak semua orang. “Perempuan mencari nafkah bersama kami dan pengguna perempuan mengandalkan layanan kami untuk hidup yang lebih produktif,” ujar Vita.

Baca Juga :  Waspada Penipuan Berkedok Pembuatan Akun Ojek Online

“Di Gojek, solusi keamanan dibuat secara menyeluruh terdiri dari tiga pilar; cegah, lindungi, tangani. Penitikberatan pada pencegahan terus kami lakukan supaya terwujud budaya aman bagi semua yang berada dalam ekosistem layanan,” tambah dia.

(merdeka.com)

Loading...