Tumbuh Cepat, Layanan Antar Makanan Online di Asia Tenggara

Ilustrasi pesan antar makanan. - Dok. Grab

Layanan pengantaran makanan online Asia Tenggara diperkirakan akan tumbuh lebih dari dua kali lebih cepat dari total pengeluaran jasa makanan di kawasan tersebut selama lima tahun ke depan dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 24,4 persen versus 12,1 persen.

Hal itu dimuat dalam ‘Laporan Tinjauan Industri Pengiriman Makanan 2021’ dari Grab bekerja sama dengan Euromonitor International. Laporan ini didasarkan pada penelitian yang diselesaikan pada kuartal II/2021 dan bertujuan untuk memberikan pandangan mendalam tentang industri pengantaran makanan selama lima tahun ke depan.

“Pertumbuhan tercepat diperkirakan akan terjadi di pasar negara berkembang seperti Myanmar, Vietnam, dan Filipina, dengan total nilai Gross Merchandise Value [GMV] pengantaran makanan online kawasan Asia Tenggara diperkirakan menjadi lebih dari tiga kali lipat lebih tinggi dari US$9 miliar pada 2020 menjadi US$28 miliar pada 2025,” kata Group Managing Director for Operations di Grab Russell Cohen, dikutip Selasa (14/9/2021).

Dia menjelaskan, pada 2025, angka penjualan makanan siap saji secara keseluruhan di kawasan ini diproyeksikan mencapai US$170,5 miliar, dengan skala penetrasi pengantaran makanan online meningkat hingga 16,4 persen.

Menurut Cohen, mayoritas transaksi pesan-antar makanan online saat ini berasal dari kota-kota terbesar di Asia Tenggara. Dengan peningkatan infrastruktur dan konektivitas, dia percaya gelombang pertumbuhan berikutnya akan datang dari kota-kota kecil.

“Kami akan terus berinvestasi dalam teknologi untuk menurunkan keseluruhan biaya pengantaran dan biaya yang dikeluarkan untuk melayani konsumen, agar layanan pengantaran on-demand menjadi lebih terjangkau dan dapat diakses lebih banyak orang,” ujarnya.

Sebelumnya dia melaporkan bahwa 78 persen konsumen di kawasan Asia Tenggara menggunakan layanan pengantaran makanan setidaknya seminggu sekali atau lebih dengan sekitar satu dari empat (26 persen) konsumen yang disurvei di wilayah regional tersebut adalah pengguna baru layanan pengantaran makanan online selama pandemi.

Dia menyebut motivasi utama konsumen untuk mencoba layanan ini adalah menghindari kegiatan makan di luar dan meminimalisir kontak dengan orang lain. Selain itu mereka juga memesan makanan bagi keluarga dan teman, serta menikmati promosi eksklusif yang hanya tersedia di platform pengantaran online.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di Bisnis.com

Loading...