Transaksi Menggunakan GoPay dan PayLater Meningkat Selama Pandemi

GoPay

Perusahaan ride-hailing yang mengklaim dirinya sebagai super app, Gojek, baru saja merayakan 10 tahun berdirinya perusahaan.

Berawal dari sebuah layanan call center ojek satu dekade lalu, kini Gojek telah memiliki puluhan layanan di platformnya.

Gojek pun kini telah memiliki sebuah layanan keuangan yang diklaim dapat membantu para konsumennya yakni PayLater.

Bagi pengguna aplikasi Gojek, PayLater mungkin bukan sebuah layanan yang baru.

Layanan ini merupakan akses bagi para pengguna yang ingin menggunakan Gojek namun dengan skema pembayaran di akhir bulan.

Andre Sulistyo, selaku Co-CEO Gojek pun mengungkapkan bahwa layanan ini telah mengalami lonjakan penggunaan.

Dikatakan dalam presentasi saat webinar pada hari Kamis (12/11), kalau transaksi dengan PayLater naik sebesar 2,7 kali lipat dibanding Oktober 2019.

Baca Juga :  Gandeng Allstars.id, Komitmen Nyata Gojek Mendukung UMKM

“Hal ini terjadi seiring dengan semakin banyaknya konsumen dan merchant yang beralih ke layanan digital, lalu bertransaksi secara online,” ucap Andre Sulistyo, seperti dilansir dari nextren.id.

Catatan kenaikan transaksi digital milik Gojek pun tidak hanya dari PayLater saja.

Gojek juga mengalami peningkatan 2,7 kali lipat pada penggunaan GoPay secara online.

Para konsumen menggunakan GoPay untuk membeli layanan streaming video, games, hingga belanja di e-commerce.

Saluran donasi secara digital lewat GoPay pun diklaim mengalami pertumbuhan 2 kali lipat.

Andre menyebut bahwa selama kurun waktu Maret – Oktober 2020, total donasi lewat GoPay sudah menembus angka Rp 102 miliar.

Secara garis besar, pencapaian layanan GoPay merupakan sesuatu yang membanggakan bagi perusahaan.

Baca Juga :  Layanan GoRide dan GoCar Menghemat Waktu Perjalanan Hingga 40 Persen

Pasalnya torehan ini dianggap telah melampaui GTV GoPay sebelum pandemi.

Kevin Aluwi, Co-Ceo Gojek pun menyebut bahwa capaian Gojek saat ini sudah bisa membantu perekonomian Indonesia.

Sebab disebutkan kalau Gojek telah memberikan sumbangsih GDP Indonesia sebesar 1 persen, menurut validasi dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Indonesia (LD FEB UI).

“Itu semua bisa dilakukan berkat tiga aplikasi super milik kami,” ujar Kevin Aluwi.

“Mungkin banyak yang mengenal aplikasi hanya untuk konsumen, tapi ada juga untuk driver (GoDriver) dan merchant (GoBiz),” pungkasnya.

(TOW)

Loading...