Tolak Taksi Online, Ratusan Pengemudi Bentor di Gorontalo Demo

Kehadiran taksi online di Provinsi Gorontalo mulai menuai reaksi para abang bentor. Kemarin, Selasa (3/4) sekitar pukul 15.00 wita ratusan massa yang tergabung dalam Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) Gorontalo, melakukan aksi demonstrasi di halaman rumah jabatan Gubernur Gorontalo. Para pengemudi bentor tersebut memprotes bahkan menolak keberadaan taksi online yang sudah beroperasi namun tidak memiliki izin pemerintah.

Pantauan Gorontalo Post, para abang bentor ini memulai aksi mereka dari halaman Taruna Remaja Gorontalo kemudian berjalan kaki ke kantor Walikota Gorontalo dan terakhir di rumah jabatan Gorontalo. Unjuk rasa tersebut, dipimpin Ketua Ikatan Pengemudi Bentor Gorontalo Iwan Abdullatif. Di Kantor Walikota Gorontalo, Iwan menyampaikan penolakan pengemudi bentor terhadap keberadaan taksi online di Gorontalo, serta meminta mengeluarkan surat peringatan kepada taksi online dari Pemkot Gorontalo agar tidak melalukan kegiatan di wilayah kota Gorontalo.

Sebab menurutnya taksi online sudah menggangu pendapatan ekonomi para abang bentor. “Kami meminta pemerintah baik kota mapun provinsi untuk bisa menindaklanjuti laporan kami, atas keluh kesah yang kami ini rasakan akibat keberadaan taksi online di Gorontalo dan adanya aturan penggunaan helm berstandar SNI dirasakan oleh para abang bentor,”tegas Iwan dihadapan Sekda Kota Gorontalo Ismail Majid.

Baca Juga :  Usai Tabrak Pos Polisi, Mahasiswa Asal Bontang Ini juga Menabrak Taksi Online

Saat di wawancari, Sekda Kota Gorontalo Ismail Majid mengatakan, ini merupakan aspirasi warga yang sebagian besar, memang bentor memberikan kontribusi pendapatan ekonomi cukup besar bagi Kota Gorontalo terutama dalam mengurangi angka pengangguran.

Selain itu juga, bentor sangat membantu masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk belanja ke mall maupun ke pasar-pasar. “Aspirasi yang disampaikan abang bentor kepada Pemerintah Kota Gorontalo akan kami tindaklanjuti dengan melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait untuk membahas adanya aspirasi para abang bentor hari ini, “kami segera membahasnya dengan dipimpin oleh Plt. Walikota Gorontalo”, kata Ismail Majid.

Setelah mendengarkan penyampaian dari Sekda Kota, para pengemudi bentor tersebut berbondong-bondong menuju rumah jabatan Gubernur, masa aksi ngotot untuk bertemu dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, tetapi mereka tidak menemuinya.

Baca Juga :  Persiapan Kemenhub Sosialisasi Aturan Ojek Online

Pasalnya, Gubernur sedang melakukan kunjungan kerja, bahkan masa aksi akan mendobrak pagar besi untuk memaksa masuk, namun akhirnya hal itu bisa diatasi oleh kordinasi lapangan dan para petugas keamanan petugas Satpol PP. Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya masa aksi diterima oleh Plh. Sekretaris Daerah Weni Liputo.

Weni Liputo menyampaikan, mewakili Gubernur Gorontalo, Weni menjawab terkait keberadaan taksi online yang ada di Gorontalo, sampai saat ini, Gubenur Gorontalo belum memberikan izin untuk beroperasi di wilayah Gorontalo. Alasannya, harus memperhatikan aturan-aturan yang berlaku sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tentang Angkutan Jasa.

Kedua untuk masalah penggunaan Helm Standar, Pemerintah akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk bisa merancang bagaimana Helm yang sesuai dengan kebutuhan para abang bentor di Gorontalo, jika sudah ditemukan helm yang cocok maka akan di uji coba kepada abang bentor dan itu akan di berikan secara gratis bagi abang bentor.

Baca Juga :  Bersiap Mengaspal, Get Indonesia Akan Menghadapi Go-Jek Cs

Adapun masalah yang ketiga, Pemerintah akan secepatnya melakukan kerjasama dengan abang bentor melalui IPB, akan membicarakan dengan dinas terkait dengan Kemeninfo dan Dinas Perhubungan, supaya bentor ini juga tetap terbawa dengan kemajuan teknologi.

“Kita upayakan bentor mampu berkembang untuk mendinamis dirinya agar bisa bersaing dengan kenderaan lain. Apalagi Kota Gorontalo masih dalam wilayah transportasi yang kecil, maka tentu keberadaan taksi online masih belum bisa diterima beroperasi saat ini, karena dikhawatirkan akan menambah kemacetan lalu lintas,” tegas Weni.

(hargo.co.id/tow)

Loading...