Terkepung Banjir, Ira dan Anaknya Sampai di Rumah dengan Selamat Berkat Driver GoCar

Ilustrasi aplikasi Gojek. /Dok. Gojek

Pertengahan 2018, seorang ibu muda terkepung banjir bersama anaknya yang belum genap berusia 2 tahun. Hari itu, Kota Padang, Sumatera Barat, diguyur hujan deras. Rata-rata, ruas Jalan Sotomo hingga ke Simpang Lubuk Begalung, tergenang air setinggi mata kaki hingga lutut pria dewasa.

Jam ditangan perempuan bernama Ira itu, sudah menunjukkan pukul 17.35 WIB. Lebih tiga jam lamanya dia menunggu hujan reda di Rumah Sakit (RS) Asyiah Kota Padang yang berada di Jalan Sawahan.

Semula, dia bersama suami dan putri pertamanya datang ke RS membesuk sahabatnya yang baru saja menjalani operasi sesar (melahirkan). Memang cuaca siang itu sudah sedikit mendung, namun belum ada tanda-tanda kedatangan hujan. “Saya ke RS dengan suami dan anak pakai sepeda motor. Tidak kepikiran juga hujan deras itu,” katanya memulai perbincangan, Minggu, 18 Oktober 2020 seperti dilansir dari Tagar.id.

Hujan mulai turun sekitar pukul 14.00 WIB. Awalnya, dia mengira hujan hanya akan berlangsung singkat. Namun makin lama kian deras. “Kami belum kepikiran hujan sampai sore. Makanya santai saja dan tetap bersiap-siap pulang dengan sepeda motor,” katanya.

Setelah dua jam berlalu, suaminya pun mulai gelisah. Sebab, tidak mungkin pulang ke rumah yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari RS dengan menaiki sepeda motor. “Kalau berdua saja ndak masalah, ini kami bawa anak dan usianya belum dua tahun,” tutur perempuan 29 tahun itu.

Baca Juga :  Gojek Luncurkan GoSend Web Portal, Ini Manfaat dan Cara Penggunaanya

Lama berfikir, suaminya pun menyarankan Ira untuk pulang dengan GoCar, layanan transportasi mobil daring dari Gojek. Namun, dia masih tetap ingin menunggu hujan reda. “Hari mulai senja. Saya pun dipaksa harus tetap pakai GoCar. Kalau tidak, gimana caranya pulang. Enggak mungkin juga pakai mantel,” kenangnya.

Ira menolak menumpangi GoCar bukan tanpa alasan. Dia mengaku masih was-was menaiki transportasi umum tanpa didampingi suami, apalagi membawa anak yang masih balita dan jarak rumahnya dari RS cukup jauh. “Tapi karena terdesak dan memang tidak ada jalan pulang selain panggil GoCar, saya pun akhirnya pesan,” katanya.

Lantas, memesan GoCar pun tak semudah yang dikira. Lebih 30 menit pula lamanya, Ira baru mendapatkan tumpangan. Rata-rata driver yang menjawab orderan mengaku mobilnya terkepung banjir. “Kondisinya waktu itu ya lumayan mencekam. Hujan deras, Gin kencang. Lokasi saya memesan juga di kawasan macet,” katanya.

Lama menunggu, pesanan GoCar-nya pun datang ke RS. Ira lupa nama drivernya. Yang diingatnya hanya Bapak itu bekerja sebagai dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Padang. Mobilnya minibus kecil setara mobil sedan.

“Saya takut juga nanti enggak sampai pulang. Rumah saya di Piai. Sedangkan kami harus melewati jalan penuh banjir dan mobil Bapak ini kecil dan rendah. Banjir selutut saja sudah terbenam bannnya,” katanya.

Baca Juga :  Cerita Driver Gojek Antarkan Bansos di Kota Cirebon, Kaget yang Dituju Ternyata...

Dengan rasa khawatir, Ira pun menaiki pesanan GoCar-nya. Sembari berjalan, dia pun mulai bertanya seputar banjir di Padang kepada si Bapak, termasuk jika nanti di perjalanan kondisi air tidak dilewati mobil tersebut.

“Bapaknya bilang, yang penting ibu dan anak sampai di rumah. Tenang saja. Selagi mobil ini bisa jalan, kita hadang banjir itu,” kata Ira menirukan kata driver GoCar yang bersejarah dalam hidupnya dua tahun lalu.

Kecemasan Ira semakin menjadi-jadi ketika menyaksikan perempatan Lubuk Begalung seperti sungai. Air banjir luapan sungai mengalir deras. Keempat sisi jalan terjebak macet. Tak sedikit kendaraan yang mogok, terutama sepeda motor.

Sepintas Ira melihat raut ragu di dahi si Bapak GoCar. Akan tetapi, dia tetap meyakinkan perempuan itu untuk tetap tenang, meski pintu mobilnya sudah dijilat air. Suara mesin mobilnya mulai meninggi. “Untung tidak mati mesin. Pokoknya hari itu simpang empat Lubuk Begalung betul-betul seperti sungai beraliran deras. Ngeri dan menakutkan,” katanya.

Alhasil, mobil berhasil keluar dari kepungan banjir. Ira pun sampai ke pintu rumah dengan selamat. Dia tak henti-henti berterima kasih kepada si Bapak GoCar. Menurutnya, driver itu sangat bertanggung jawab, bahkan menghilangkan segala bentuk kecemasan penumpangnya.

“Saya katakan, alhamdulillah Pak. Semoga Bapak dapat orderan lebih banyak. Cuman saya lupa ngasih bayaran lebih. Waktu itu biayanya hanya Rp 24 ribu,” katanya sembari tertawa ringan.

Baca Juga :  Agar Tak jadi Korban Penipuan, Gojek Edukasi Mitra Usaha, Terutama UMKM

Ira bukanlah pelanggan baru Gojek. Dia sudah mendownload aplikasi layanan transportasi daring itu sejak Gojek mulai merambah pasar di Kota Padang tahun 2017. Hanya saja, kejadiaan di 2018 itu adalah kisah spesialnya bersama Gojek yang sekaligus menanamkan cinta untuk terus beurusan dengan layanan Gojek.

“Kenangan itu membuat saya tidak bisa lagi mengatakan tidak untuk tidak dengan Gojek. Bagi saya, itu pembuktian bahwa Gojek memang betul-betul memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pelanggannya,” katanya.

Ira mengaku tidak pernah ragu lagi kapan pun memesan GoCar, GoRide dan juga GoFood. Bahkan, pernah juga di September 2020, ketika dia bersama suami hendak pergi membawa anaknya bermain ke Plaza Andalas. Namun di tengah perjalanan, ban sepeda motor suaminya bocor. Sementara, hujan pun mulai turun.

“Saya langsung pesan GoCar duluan ke Plaza Andalas. Suami tambal ban. Enggak ada cemas-cemas lagi. Malah anak saya dua orang sekarang dan kami bertiga saja dengan GoCar tanpa suami,” katanya.

Sampai hari ini, dia kerap menggunakan jasa Gojek. Lebih-lebih saat pandemi corona, bahkan sampai lebih 5 kali dalam sehari, Ira menggunakan jasa Gojek dalam layanan GoFood. “Saya sudah percaya dan membuktikan berkali-kali dengan Gojek. Makanya akan selalu setia,” katanya.

(TOW)

Loading...