Tarif Transportasi Online Naik, Go-Jek Tunggu Permenhub

Konsumen pengguna transportasi online bakal harus mengeluarkan biaya tinggi terkait kenaikan tarif. Namun, PT Go-Jek Indonesia atau Go-Jek menunggu resminya peraturan menteri perhubungan (permenhub) guna menaikkan tarif taksi dan ojek daring.

Vice President Go-Jek Michael Say mengungkapkan pihaknya pun hingga saat ini belum bisa berkomentar lebih banyak tentang kenaikan tarif.

Go-Jek menunggu hasil akhir dari rancangan permenhub terkait ojek online. Saat ini masih berbentuk rancangan dan sedang dalam proses sehingga kami belum dapat berkomentar banyak,” kata Michael dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/2/2019).

Rancangan permenhub ini diharap disusun secara partisipatif, objektif, saksama, dan komprehensif.

“Tentu dengan mempertimbangkan kepentingan mitra pengemudi, pengguna demi keberlangsungan industri dan ekosistem yang terkait dalam jangka panjang,” tegasnya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengatur mengenai tarif batas bawah ojek dan taksi online atau dalam jaringan (daring).

Menhub akan mematok tarif minimum sebesar Rp3.100 untuk ojek daring. Nilai ini dua kali lipat dari tarif sekarang. Saat ini, Grab menerapkan tarif Rp1.200 per kilometer, adapun Go-Jek memberikan Rp1.600 untuk para mitranya.

(lampost/tow)

Loading...