Target Gojek, Semua Driver Gunakan Kendaraan Listrik pada 2030

Gojek & Pertamina umumkan rencana uji komersial ekosistem kendaraan listrik (ANTARA/HO)

Raksasa ride hailing asal Indonesia Gojek menargetkan semua mobil dan sepeda motor di platform sudah menggunakan kendaraan listrik pada 2030. Ini sebagai bentuk dukungan untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Gojek ingin mencapai nol emisi, nol limbah dan nol hambatan sosial-ekonomi pada akhir periode ini, ungkap salah satu pendiri, dan co-CEO Gojek Kevin Aluwi.

Rencananya Gojek akan berinvestasi dalam serangkai proyek percontohan kendaraan listrik di seluruh Asia Tenggara dan meluncurkan fitur penyeimbang karbon dalam aplikasinya sebagai “pertama di dunia.”

Kami akan berinvestasi di negara kami beroperasi,” ujar Kevin Aluwi seperti dikutip dari CNBC International, Senin (3/5/2021). “Tapi sudah jelas bahwa kami tidak mungkin mendorong program itu sendirian.”

Baca Juga :  Daftar Perusahaan Digital Payment yang Diakuisisi Gojek

Ia mengungkapkan perlunya kolaborasi dengan publik dan swasta dan infrastruktur pendukung untuk menjalan program itu. Gojek sendiri sudah melihat adanya minat yang kuat dari produsen baterai, perusahaan nikel, dan pemerintah Indonesia untuk membangun beralih ke energi hijau.

Indonesia adalah salah satu negara transportasi berbasis sepeda motor terbesar, jadi ada banyak sekali minat seputar ini dan kami melihat dari sis kami sebagai fasilitator utama dalam mewujudkannya,” terangnya.

Rencana ini diumumkan Jumat lalu dalam laporan keberlanjutan pertama perusahaan, yang merinci target lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan. Tujuan ini akan diungkapkan dan ditinjau setiap tahun.

Ini bukan lagi pertanyaan apakah perusahaan harus melaporkan dampak keberlanjutan mereka,” Allinettes Adigue, kepala ASEAN di Global Reporting Initiative.

Baca Juga :  Dukung Inisiatif J3K, Telkom Malang Raya Berikan Sekat Pelindung ke Driver GoJek

Sekarang menjadi pertanyaan apakah yang dilaporkan perusahaan itu akurat dan relevan, dan dengan jelas mengkomunikasikan dampaknya terhadap ekonomi, lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Pengumuman tersebut menyusul berita bahwa Gojek akan bergabung dengan perusahaan e-commerce Indonesia Tokopedia untuk membentuk aplikasi multi-fungsi GoTo.

(TOW) Artikel ini telah tayang di CNBC Indonesia

Loading...