Sudah Disidang, Ini Sanksi untuk Oknum Polisi Pukul Pengemudi Ojol

Seorang driver ojek online (ojol) diduga dipukul oleh oknum anggota kepolisian saat melaporkan kasus kehilangan sepeda motor di Mapolsek Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/1/2022). (Dok. Media sosial)

Oknum polisi di Polsek Cileungsi, Kabupaten Bogor yang sempat cekcok dan memukul pengemudi ojek online (ojol), akhirnya dijatuhkan sanksi berupa mutasi berikut dengan demosi atau dipindahkan ke jabatan yang lebih rendah. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan sidang yang dilakukan pada Kamis (13/1/2022).

“Sudah disidang hari ini, (hasil putusan) demosi. Dimutasikan,” kata Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, dikonfirmasi Kamis.

Meski demikan, Iman mengaku belum mengetahui ke mana oknum polisi tersebut akan dipindahtugaskan. Lantaran proses pemindahannya akan diserahkan ke Polda Jawa Barat.

Di samping itu, Iman kembali menegaskan, kedua belah pihak, baik dari oknum yang bersangkutan dan pengemudi ojol bernama Charly (38 tahun) sudah dipertemukan dan saling meminta maaf. Laporan kepolisian terkait kehilangan motor sang pengemudi ojol juga sudah diproses.

“Sudah (ketemu kedua belah pihak). Untuk laporan polisinya sendiri juga sedang diproses,” kata Iman.

Dari rekaman video yang diterima Republika.co.id, sang pengemudi ojek online, Charly mengatakan, masalah tersebut sudah diselesaikan oleh pihak Polsek Cileungsi. Terutama oleh Kapolsek Cileungsi, Kompol Andri Alam Wijaya, dan jajarannya selain oknum polisi yang sempat cekcok dengannya.

“Masalah tersebut sudah diselesaikan dengan respon yang luar biasa. Jajarannya (Polsek Cileungsi) merespon positif menyambut saya dan memproses segala sesuatunya dengan sangat baik,” ujarnya.

Mengenai kesalahpahaman yang terjadi dengan oknum polisi itu, ia menyerahkan hal tersebut kepada proses hukum yang tengah berjalan. “Dengan adanya kejadian ini saya berharap institusi Polri bisa menjadi lebih baik,” kata Charly.

Pencurian yang menimpa motor Charly terjadi di wilayah Cipenjo, Cileungsi, Kabupaten Bogor viral di media sosial. Hal itu lantaran korban Charly sempat mengalami tindak kekerasan dari anggota kepolisian tempat ia melapor kehilangan motornya.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Andri Alam Wijaya mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penanganan kepada korban secara langsung di hari yang sama ketika kasus tersebut viral di media sosial. Serta membantu menangani proses administrasi dari korban, termasuk pada klaim asuransi kehilangan motornya.

“Sudah kami tangani dengan cepat proses hukum dan kode etik profesi. Baik kepada oknum anggota, dan juga pelapor, semua sudah clear,” ujar Andri.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di republika.co.id

Loading...