Seorang Anak di Bogor Sempat Dikira Diculik Sopir Grab

ilustrasi/ Syahmaidar

Oky Widya Giantika orang tua dari RA, 3, yang anaknya sempat dibawa oleh taksi daring mengaku telah berdamai. Pihak keluarga hanya meminta pihak Grab untuk menonaktifkan akun sang sopir untuk memberi efek jera.

“Saya dan suami sepakat untuk memberikan efek jera dengan menonaktifkan atau membekukan akun driver ojek online yang membawa anak saya ke dalam kendaraan pengemudi tersebut,” kata Oky saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 13 Februari 2020.

Oky menjelaskan bahwa pihak Grab melalui customer service juga sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. Karena menurut Oky dalam sistem Grab jika barang tertinggal saja sudah bisa dinonaktifkan hingga barang tersebut dikembalikan.

“Apalagi ini yang notabenenya manusia yang terbawa, maka dari pihak Grab sudah meminta maaf dan terduga sudah dinonaktifkan,” jelas Oky.

Baca Juga :  Polisi Tembak Tiga Pelaku Begal Grab Car yang Lakukan Perlawanan

Menurut Oky pihak keluarga sudah tidak ingin melanjutkan kembali kasus ini karena pihaknya ingin lebih fokus menyembuhkan trauma yang dialami anaknya.

“Untuk permasalahannya kalau dari pihak polisi suruh damai sudah ada pernyataannya antara saya, Elawati (saksi), dan sopir daring. Kami sudah berdamai,” pungkas Oky.

Terpisah Kepala Unit Intel Polsek Bogor Tengah, AKP Tirta Wijaya, menjelaskan bahwa awalnya sopir daring menjemput penumpang di perumahan kawasan Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 9 Februari 2020. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan beberapa pihak, kasus tersebut disimpulkan sebagai salah paham.

“Jadi awalnya diduga ada penculikan, tapi setelah kami konfirmasi dan cek langsung ke TKP dan cek beberapa pihak, semuanya salah paham dan misd komunikasi,” kata Tirta saat dihubungi Medcom.id.

Baca Juga :  Isak Tangis Keluarga Sambut Jasad Sopir Grab Kudus Korban Perampokan di Jepara

Artikel ini telah tayang di https://www.medcom.id/nasional/daerah/nN908MEK-seorang-anak-di-bogor-sempat-dikira-diculik

Loading...