Selama Pandemi, Masyarakat Lebih Sering Pesan Makanan Online

Mitra Usaha GoFood Kiosk, mempersiapkan pesanan pelanggan GoFood dengan menjalankan protokol J3K sesuai panduan dan sosialisasi dari GoFood yang mengacu pada arahan pemerintah melalui BPPOM juga WHO. /Adv/Gojek

Pandemi COVID-19 mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih sering menggunakan teknologi, salah satunya untuk pesan-antar makanan.

Dalam survei yang dilakukan CLSA Indonesia selama pandemi corona pada 450 responden, sebanyak 70 persen di antaranya menjadi lebih sering memesan makanan secara online dibandingkan sebelum terjadinya corona.

Survei kami menunjukkan bahwa 70 persen dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya,” ujar Analis CLSA Indonesia, Jonathan Mardjuki, dalam laporannya, Sabtu (27/2) seperti dilansir dari kumparan.com.

Survei yang dilakukan secara acak terhadap 450 responden itu berasal dari berbagai wilayah, mayoritas berasal dari Jabodetabek. Dengan penghasilan atau gaji bulanan yang juga berbeda.

Baca Juga :  Gandeng KNPI Kota Bandung, Aplikasi Klik Go Jaring 10.000 Mitra Baru

Golongan gaji Rp 4-6 juta, Rp 7-10 juta, Rp 11-20 juta dan di atas Rp 20 juta juga memiliki proporsi 19-23 persen. Sedangkan responden berpenghasilan di bawah Rp 3 juta atau tidak memiliki penghasilan bulanan sama sekali, seperti pelajar atau mahasiswa, memiliki proporsi 10 persen.

Selain tingkat pendapatan, hasil survei juga dilakukan pada preferensi merek, seberapa teratur memesan makanan secara online, dan beberapa faktor lainnya.

Saat ini, ada dua startup sebagai pemain besar dalam bisnis pesan-antar makanan, yakni GoFood dan GrabFood. Survei tersebut menunjukkan, 35 persen responden memilih GoFood dan 20 persen GrabFood.

Sedangkan sisanya sebanyak 45 persen responden menggunakan kedua aplikasi tersebut untuk melakukan pemesanan makanan secara online.

Baca Juga :  Perpanjang STNK dan Balik Nama Kendaraan Bisa Lewat GoService, Ini 4 Keunggulannya!

Ada beberapa kategori yang dinilai mengenai alasan responden memilih aplikasi pesan-antar makanan online dalam survei tersebut. Di antaranya yaitu loyalitas pelanggan dan diskon. GoFood unggul untuk kategori loyalitas, sedangkan GrabFood unggul dalam kategori diskon.

GoFood, menurut kami, memiliki pelanggan yang lebih setia, di mana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah familiar dengan aplikasi, ketergantungan pada GoPay atau e-wallet, dan ramah pengguna,” jelasnya.

Sementara Grabfood unggul pada kondisi sebaliknya. Menurut hasil riset, sebesar 60 persen responden percaya diskon besar adalah keuntungan utama.

Meski demikian, Jonathan menilai keduanya memiliki persaingan yang sehat dalam bisnis tersebut. Hal ini pun diharapkan semakin berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Baca Juga :  Tahun Berat Bagi Sektor Transportasi, Gojek Ekspansi Pasar ke Luar Negeri

Kami menemukan pelanggan Gojek lebih loyal. Kami juga menilai Grab lebih agresif dalam mengamankan penyewa. Secara keseluruhan, menurut kami persaingan yang sehat antara kedua raksasa tersebut akan berdampak positif bagi pasar Indonesia,” kata Jonathan.

(TOW)

Loading...