Sedang Naik Daun, Bakwan Pontianak ini Masuk Top 14 Digitarasa

Bakwan Jurawak Asal Pontianak /Twitter/

Beberapa kudapan asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kini semakin dikenal dan mampu bersaing dengan penganan lain dari seluruh Indonesia di Jakarta.

Setelah pisang goreng, bakwan Pontianak Bakwan Juwarak juga sedang naik daun Bakwan Juwarak bahkan masuk Top 14 Digitarasa dalam program akselerasi khusus untuk pengusaha kuliner dari GoJek dan Digitaraya.

Founder Bakwan Juwarak, Wijy Wijaya, dalam diskusi daring, Sabtu, menuturkan bahwa Indonesia terkenal kaya dengan aneka jajanan, dan bakwan adalah salah satu jajanan khas Pontianak.

Wijy memilih bakwan untuk usaha kulinernya di Jakarta dengan salah satu pertimbangannya karena makanan berbahan dasar tepung dan aneka sayuran ini sangat familiar dengan lidah orang Indonesia.

Baca Juga :  Program Beasiswa, Wujud Komitmen Gojek Tingkatkan Taraf Hidup Mitra

“Bakwan asal Pontianak itu punya bentuk dan rasa yang khas. Bahkan untuk menjaga citarasa agar tetap menjadi bakwan yang autentik berasal dari Pontianak, beberapa bahan bakunya didatangkan dari Pontianak, ujar Wijy, seperti dilansir dari ANTARA.

Sudah sekitar setahun Bakwan Juwarak hadir di Jakarta, tepatnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

la menerapkan standar kebersihan dan kesehatan yang tinggi agar Bakwan Juwarak tetap dikenal sebagai bakwan kelas premium.

la mencontohkan bahan baku air menggunakan air distilasi. “Tepung menggunakan tepung berkualitas tinggi. Untuk sayuran seperti kucai, menggunakan kucai khusus dengan kualitas terbaik.

Dan yang paling penting, Bakwan Juwarak digoreng menggunakan minyak goreng sekali pakai dan 100 persen halal, katanya menegaskan.

Baca Juga :  Mayat Pengemudi Ojol Ditemukan Dalam Kondisi Terbakar, Diduga Dibegal

Sedangkan untuk sambalnya, ia menggunakan jeruk sebagai pengganti cuka. Jadi sambalnya dibuat sendiri bukan sambal botolan.
Untuk kemasan, ia memilih besek guna mengurangi limbah plastik.

Digitarasa membuat Bakwan Juwarak semakin dikenal. Di ajang tersebut, para pelaku usaha kuliner terpilih yang potensial dibimbing dalam mengembangkan bisnis. Mulai dari manajemen operasional, pemasaran dan branding, pengembangan produk, hingga riset pasar.

(TOW)

Loading...