Salut! Selain Nge-Grab, Driver Ojol Viral Juga Kerja Sebagai Loper Koran

Ade Adfian Ahmad (47), pengemudi ojol yang viral.

Baru-baru ini, kisah pengemudi ojek online (ojol) asal Tasikmalaya viral di media social. Ade Adfian Ahmad (47), warga asal Perumahan Bumi Resik Panglayungan (BRP) Kota Tasikmalaya, merupakan salah satu ojek online (Ojol) Grab yang viral karena ketulusan hatinya mengembalikan kembali uang pembayaran lebih kepada konsumennya.

Dengan alasan tak berhasil bertemu dengan konsumen di rumahnya, secara spontan Ade membuat surat permohonan maaf dalam secarik kertas sembari menyelipkan uang pembayaran lebih Rp35.000.

Karena aksinya mengembalikan uang pembayaran lebih lewat secarik surat yang diselipkan ke pintu rumah konsumennya itu, ia menuai banyak pujian, tak terkecuali dari perusahaan tempat dia bekerja, Grab.

Kini kepribadiannya dan kesehariannya pun mulai diangkat ke media-media. Baru-baru ini, terungkap fakta bahwa selain sebagai driver Grab, ternyata Ade juga merupakan loper koran Pikiran Rakyat.

Baca Juga :  Badan Pengawas Filipina Denda Grab Rp 1,72 M

Meski kini dirinya bergabung menjadi driver ojek online Grab, dirinya tetap tidak melepaskan profesi utamanya sebagai loper koran yang telah digelutinya sejak lama.

Diceritakan, profesinya sebagai loper Koran Pikiran Rakyat itu biasa ia lakukan sebelum menarik penumpang. Ade mengantarkan koran PR ke rumah-rumah pelanggan yang tersebar di sejumlah daerah di Kota Tasikmalaya.

“Ya saya setiap harinya sesudah solat subuh langsung nganter nganterin koran sampai pukul 08.00,” kata Ade.

Setelah selesai mengantar Koran, barulah dirinya mengaktifkan handpho untuk melakukan aktivitas sebagai driver ojek online (ojol).

“Kalau dulu nganterin koran bisa sampai jam sepuluh kadang lebih karena koran yang harus dianterin cukup banyak hampir 200 pelanggan,” katanya.

Baca Juga :  Ikuti Langkah GoJek, Grab Akan Luncurkan Ojek Online di Malaysia

Namun ujar dia, setelah ada Covid-19, jumlah pelanggan koran terus menurun karena banyak pelanggan yang berhenti sehingga sisanya tinggal sekitar 50 pelanggan.

“Sekarang pelanggannya tinggal sedikit karena Covid-19, jadi jam 08.00 juga sudah selesai,” katanya

Sementara itu, profesi sebagai mitra Grab mulai digelutinya sejak setahun lalu tepatnya pada akhir 2019. Hampir setiap hari ojol ini selalu aktif bertransaksi dan menjalankan kewajibannya sebagai mitra Grab.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Aep, yang merupakan petugas keamanan kantor Pikiran Rakyat Tasikmalaya membenarkan terkait hal itu, seperti dilansir dari PikiranRakyat-Indramayu.com.

“Ya itu orang Bumi Resik Panglayungan. Kenal, kalau tiap pagi suka ketemu, orangnya sopan dan tidak banyak bicara,” kata Aep.

Baca Juga :  Belum Dapat Kepastian, Garda Putuskan Demo Saat Pembukaan Asian Games 2018

(TOW)

Loading...