Saham GOTO Lanjutkan Penguatan, Sedikit Lagi Tembus Rp100

GoTo Financial dan Bank Jago meluncurkan GoPay Tabungan by Jago. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali bergairah pada awal perdagangan sesi I Jumat (24/11/2023), melanjutkan penguatannya sejak kemarin.

Per pukul 10:37 WIB, GOTO melesat 1,06% ke posisi Rp 95/saham. Tinggal sedikit lagi GOTO menyentuh level psikologis Rp 100 per saham.

Dalam sepekan terakhir, GOTO sudah melesat hingga 11,9%, sedangkan sebulan terakhir saham GOTO sudah terbang 67,86%. Sedangkan dari harga terendahnya di Rp 56/saham pada 30 Oktober lalu hingga awal sesi I hari ini, GOTO meroket 69,64%.

Saham GOTO pada awal sesi I hari ini sudah ditransaksikan sebanyak 2.822 kali dengan volume sebesar 495,42 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 46,62 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 114,13 triliun.

Sebelumnya, saham GOTO melesat sejak perdagangan kemarin dan setelah adanya kabar bahwa TikTok yang akan masuk ke ekosistem bisnis GOTO sedang dibicarakan.

Aksi ini diperkirakan menjadi salah satu strategi TikTok untuk memulai kembali bisnis e-commerce di Indonesia. Adapun potensi investasi pada unit ritel online GOTO, yakni Tokopedia kemungkinan dapat diselesaikan dalam beberapa minggu mendatang.

Berdasarkan sumber anonim dari Bloomberg mengatakan, ketimbang melakukan investasi langsung, kesepakatan tersebut dapat berbentuk usaha patungan antara GOTO dan TikTok.

“Diskusi tersebut juga melibatkan kedua perusahaan untuk bersama-sama membangun platform e-commerce baru,” kata sumber tersebut.

Adapun pengaturan tersebut dirancang untuk mengatasi hambatan peraturan dan memungkinkan TikTok menghidupkan kembali layanan belanja online di arena ritel terbesar di Asia Tenggara.

Sebelumnya pada September lalu, pemerintah Indonesia mengumumkan peraturan besar-besaran yang memaksa TikTok untuk memisahkan bisnis pembayaran dari divisi belanja online di Indonesia.

Hal ini merupakan sebuah pemisahan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang melemahkan daya dorong perusahaan media sosial tersebut ketika mereka mulai mendapatkan daya tarik terhadap Sea Ltd. dan GOTO.

TikTok sendiri merupakan satu-satunya platform yang terkena dampak langsung dari peraturan tersebut, segera menghentikan belanja online di Indonesia untuk mematuhi aturan pembatasan.

(tow) Artikel ini telah tayang di cnbcindonesia.com

Loading...