Riset CSIS Menyatakan, Seluruh Mitra Grab di Medan Mengalami Peningkatan Kualitas Hidup

360 Karyawan Grab di-PHK
Grab (File photo by Roslan Rahman/AFP)

Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Kota Medan. Riset ini menemukan bahwa gig worker atau pekerja lepas termasuk UMKM yang didukung oleh teknologi Grab di Medan telah memberi dampak bagi peningkatan kualitas hidup mereka sebesar 8%.

“Mitra dan agen Grab yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga pendapatan yang lebih besar serta pembukaan lapangan pekerjaan untuk orang lain,” kata Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics Riyadi Suparno, M.Sc seperti yang dilansir dari Tribun-Medan.com, Rabu 12 Agustus 2020.

Ia mengatakan kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. Sekitar 75% mitra pengemudi GrabBike dan 55% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp939 ribu hingga Rp1,4 juta.

“Sekitar 55% dari mitra pengemudi GrabBike dan 79% mitra pengemudi GrabCar juga mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab, karena penyedia jasa keuangan lebih mempercayai mereka. Hal ni memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru,” katanya.

Baca Juga :  Miris, Beredar Larangan Ojek Online di Pasar Beringin Tarakan

Berdasarkan riset ini juga dijelaskan 13% mitra merchant GrabFood Medan terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya Grab Food dan 16% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya.

Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. Sebanyak 21% mitra merchant GrabFood dan 7% agen GrabKios di Medan menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

“Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Medan yang disurvei juga melihat peningkatan pendapatan hingga 32% menjadi Rp52,2 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen Grab Kios Medan meningkat 9% menjadi Rp13,5 juta per bulan sejak bergabung. Sebanyak 44% mitra merchant GrabFood Medan juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya,” katanya.

Dikatakannya peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi Grab Car dan Grab Bike dengan peningkatan pendapatan hingga 103% menjadi Rp7,3 juta per bulan dan 114% menjadi Rp3,8 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

Baca Juga :  Kehangatan Ridwan Kamil Berjumpa Nanda Sang Driver Ojek Online

Peningkatan ini membuat mereka bisa menabung dan membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 24% mitra pengemudi Grab Bike dan 10% mitra pengemudi Grab Car di Medan baru membuka rekening tabungan pertama ketika bergabung dengan Grab.

“Saat Sumatera Utara mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung proses pemulihan ekonomi. Kesiapan secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Grab dapat membantu bisnis beradaptasi dengan beralih secara online menuju layanan seperti Grab Food dan Grab Kios. Meskipun masih ada banyak ketidakpastian ekonomi di waktu yang akan datang, kami percaya gig economy akan memainkan peran penting dalam membantu mempertahankan mata pencaharian,” jelasnya.

Richard menambahkan komitmen Grab Bagi Medan Menyongsong Tatanan Hidup Baru Grab telah meluncurkan Laporan Dampak Sosial 2019/2020 Edisi Kedua yang difokuskan pada dampak COVID-19 terhadap komunitas dan cara Grab meresponsnya. Selama pandemi, Grab telah menyambut lebih dari 150.000 UMKM baru dalam platformnya. Di Medan Grab juga telah menghadirkan 3 layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi.

Baca Juga :  Sebut Belum Ada Payung Hukum, Organda Sumbar Tolak Transportasi Online

Layanan Grab Mart dan Grab Assistant hadir untuk memberikan kesempatan pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi Grab Bike dan Grab Car di tengah pandemi. Grab juga menghadirkan layanan Grab Protect, armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahanbagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan.

“Bukan hanya ingin menunjang perekonomian dan membantu meningkatkan kualitas hidup, kami juga tetap peduli dengan keamanan para mitra dan masyarakat yang memanfaatkan layanan Grab. Penerapan protokol kesehatan yang ketat tentunya tetap perlu dilakukan oleh mitra dan pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi ini keseharian mereka,” tuturnya.

“Dengan begitu, para pelaku usaha dan gig worker yang tergabung dalam ekosistem Grab lebih siap menghadapi tantangan dan mampu terus bertahan dalam kondisi apa pun. Kami harap dapat membantu UMKM lebih banyak dan jutaan masyarakat lainnya untuk bangkit dalam semangat #TerusUsaha yang sejalan dengan misi Grab For Good,” tutup Richard.

(TOW)

Loading...