Ratusan Driver Go-Jek Dapat Paket Hewan Kurban dari BPJS-Tk Jatim

Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur menyembelih 2 ekor sapi dan seekor kambing dalam Hari Raya Idul Adha, Rabu (22/8/2018).

Dari hewan kurban yang disembelih tersebut, satu ekor sapi merupakan tanggung jawab sosial lingkungan. Sedang satu  ekor sapi lainnya dan kambing wujud kepedulian karyawan Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur secara swadaya.

Setelah disembelih, sebanyak 500 paket daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, seperti panti asuhan, driver Gojek, agen Perisai, dan masyarakat sekitar.

Pembagian dilakukan di Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Jl Raya Juanda No. 52 Sidoarjo.

Dodo Suharto Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur mengatakan, lewat program tanggung jawab sosial lingkungan yang dikemas dalam kegiatan Idul Adha ini pihaknya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat. Karena kegiatan wujud kepedulian dan semangat berkorban untuk sesama.

Baca Juga :  Mantap! Pemerintah akan Atur Diskon Ojek Online

“Makanya BPJS Ketenagakerjaan akan tetap berupaya untuk dapat melaksanakan kegiatan qurban sebagai bentuk dan wujud perhatian dan kepedulian kepada masyarakat sekitar,” ujarnya, disela-sela pembagian daging.

Armina, Driver Gojek asal Surabaya memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang memilih driver Gojek sebagai salah satu bagian penerima daging hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha.

“Semoga di tahun-tahun yang akan datang, kegiatan mulai seperti ini terus berlangsung,” ucapnya.

Dengan begitu, driver Gojek yang telah mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya terlindungi saat bekerja sehari-hari, tapi mendapatkan berbagai manfaat lainnya.

“Seperti pembagian dagih hewan kurban ini,” tegas Armina.

Dodo Suharto menambahkan, saat ini jumlah kepesertaan Kantor wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur sampai dengan bulan Juli 2018 untuk badan usaha aktif sebanyak 66 ribu, jumlah tenaga kerja aktif sebanyak 2.9 juta, sektor Penerima Upah (PU) 1.75 juta, sektor Bukan Penerima Upah (BPU) sebanyak 315ribu, dan sektor jasa konstruksi 902 ribu.

Baca Juga :  Lagi, Driver Ojek Online Dikeroyok Sekelompok Pria

Sementara itu, untuk pembayaran klaim sampai dengan bulan Juli 2018 sebanyak 142.278 kasus dengan total klaim sebesar Rp 1,417 triliun, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 115.510 kasus sebesar Rp 1,26 triliun, Jaminan Kematian 1.817 kasus sebesar Rp 51,1 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja 14.259 kasus sebesar Rp 85 miliar, dan Jaminan Pensiun sebanyak 10.692 kasus sebesar Rp 12,4 miliar.

BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan program jaminan sosial ketenagakerjaan yang meliputi Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Ini sebagai bukti negara hadir memberikan kepastian perlindungan diri dari risiko sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Dodo.

Baca Juga :  Go-Jek dan Grab akan Bersaing di Vietnam

Untuk itu, pihaknya menghimbau seluruh pengusaha dan pekerja baik penerima upah maupun bukan penerima upah serta pekerja jasa kontruksi untuk memproteksi diri dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena risiko kerja bisa terjadi kapanpun dan di manapun.

(tribunnews/tow)

Loading...