Rampas Motor Driver Ojol untuk Kabur, Perampok Rumah Kosong Ini Dihakimi Massa

Tangkapan layar rekaman CCTV rampok spesialis rumah kosong di Pademangan mencoba merampas motor pengendara ojek online untuk melarikan diri.

Tenri (39) babak belur diamuk massa usai aksinya merampok rumah warga di Jalan Pademangan Timur 3, Pademangan, Jakarta Utara, dipergoki pada Rabu (28/10/2020) siang.

Sebelum diamuk massa, Tenri sempat mencoba melarikan diri dengan merampas motor pengendara ojek online yang sedang melintas di dekat lokasi kejadian.

Hal tersebut terlihat dari rekaman CCTV dari salah satu rumah warga di lokasi kejadian.

Dalam rekaman tersebut, terlihat bahwa Tenri dikejar-kejar oleh warga setempat yang mengetahui aksi perampokan tersebut.

Tenri yang berlari dalam gang berpapasan dengan seorang pengendara ojek online (ojol) yang tengah melintas.

Pelaku pun langsung mengacungkan senjata tajam yang dibawanya sambil merampas motor pengendara ojol tersebut.

Masih dari rekaman CCTV, terlihat bahwa Tenri berhasil merampas motor pengendara ojol dan melaju di gang tersebut untuk melarikan diri.

Tangkapan layar video rampok spesialis rumah kosong diamuk massa di Pademangan, Jakarta Utara. (Dok. Istimewa)

Namun, belum jauh ia mencoba kabur, warga setempat berhasil memberhentikannya dan membawanya ke kantor RW setempat.

Baca Juga :  Asosiasi Ojol di Madiun Rayakan HUT ke-75 RI Bersama Warga

Di sana lah Tenri menjadi bulan-bulanan warga yang geram akan aksinya. Ia lantas babak belur sebelum akhirnya dijemput polisi ke Mapolsek Pademangan.

Kapolsek Pademangan Kompol Arga Dija Putra menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Tenri memang mengaku sebagai rampok spesialis rumah kosong.

“Kami dari aparat kepolisian Polsek Pademangan telah mengamankan pelaku pencurian rumah kosong. Kejadian hari ini, pada siang hari tadi, di Jalan Pademangan 3,” kata Arga saat ditemui di kantornya, Rabu sore, seperti dilansir dari TribunJakarta.com.

Menurut Arga, pelaku juga sempat menodong pemilik rumah saat aksinya dipergoki siang tadi.

Namun, pelaku tak berkutik saat dirinya dikepung warga setempat usai melakukan aksi perampokan.

Adapun pelaku ditangkap beserta barang bukti hasil perampokan seperti sejumlah telepon genggam, emas, dan perhiasan lainnya.

Baca Juga :  Polresta Banyumas Luncurkan 'Doa Ibu' Aplikasi Ojol Khusus Bagi Perempuan

Ia dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Polisi juga bakal mengembangkan kasus ini untuk mendalami apakah ada pelaku-pelaku lainnya.

“Kita masih dalami terlebih dahulu,” pungkas Arga.

Aksinya Kepergok

Perampok spesialis rumah kosong bernama Tenri (39) diamuk massa setelah melakukan pencurian di salah satu rumah warga di Pademangan pada Rabu (28/10/2020) siang.

Tenri diamuk massa setelH aksinya dipergoki pemilik rumah di Jalan Pademangan Timur 3, Kelurahan Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara.

Dalam rekaman video amatir milik warga, terlihat bahwa Tenri sudah digiring ke kantor RW setempat untuk dijemput aparat Polsek Pademangan.

Saat berada di kantor RW, warga yang geram dengan aksi pelaku langsung menghajarnya.

Tenri lantas babak belur usai menjadi bulan-bulanan warga sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi dan langsung membawanya ke Mapolsek Pademangan.

Baca Juga :  Canggih! Selain untuk Pesan Go-Jek, Google Assistant Bisa Prediksi Pesawat Delay

Kapolsek Pademangan Kompol Arga Dija Putra menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Tenri memang mengaku sebagai perampok spesialis rumah kosong.

“Kami dari aparat kepolisian Polsek Pademangan telah mengamankan pelaku pencurian rumah kosong. Kejadian hari ini, pada siang hari tadi, di Jalan Pademangan 3,” kata Arga saat ditemui di kantornya, Rabu sore.

Menurut Arga, pelaku juga sempat menodong pemilik rumah saat aksinya dipergoki siang tadi.

Namun, pelaku tak berkutik saat dirinya dikepung warga setempat usai melakukan aksi perampokan.

Adapun pelaku ditangkap beserta barang bukti hasil perampokan seperti sejumlah telepon genggam, emas, dan perhiasan lainnya.

Ia dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Polisi juga bakal mengembangkan kasus ini untuk mendalami apakah ada pelaku-pelaku lainnya.

“Kita masih dalami terlebih dahulu,” pungkas Arga.

(TOW)

Loading...