PSBB Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, Pelanggar akan Diberi Sanksi

DIAWASI: Lokasi posko pemeriksaan di gerbang Desa Semambung sudah diberlakukan jelang PSBB. (IST)

Pemprov Jatim Kamis (23/4) malam kembali menggelar pertemuan. Agendanya menyerahkan Peraturan Gubernur (Pergub) dan Keputusan Gubernur (Kepgub) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Petikan Pergub 18 Tahun 2020 dan Kepgub Jawa Timur tentang PSBB tersebut diterima Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin. Direncanakan pelaksanaan sosialisasi PSBB di tiga wilayah ini, terutama di Kabupaten Sidoarjo berlangsung selama tiga hari, Sabtu (25/4) hingga Senin (27/4). PSBB diberlakukan efektif selama 14 hari mulai Selasa (28/4) hingga Senin (11/5).

Setelah berjalan selama 14 hari nantinya akan dilakukan evaluasi regular. Skoringnya masih berkisar antara 8 sampai 10, maka PSBB bisa diperpanjang lagi, tapi jika skoringnya antara 5 sampai 6 kemungkinan PSBB dicabut.

Baca Juga :  Coba Melarikan Diri dan Lukai Polisi, Pembunuh Ojol Mati Ditembak

Perbup baru selesai disusun Jumat (24/4) malam. Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo menegaskan, jika Perbup PSBB dilanggar maka akan ada sanksi, mulai sanksi administratif. “Perbup tidak ada sanksi pidana. Tapi jika ada kegiatan yang melanggar UU lain, membahayakan orang lain dan ada korban, dikenakan hukuman sesuai UU tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, PSBB ini akan diberlakukan pada seluruh kecamatan yang ada. Wabup yang akrab disapa Cak Nur itu membenarkan, yang menjadi zona merah Covid-19 di Sidoarjo di 14 kecamatan. Sedangkan tiga kecamatan zona kuning dan satu kecamatan zona hijau. Meski demikian, Pemkab Sidoarjo memberlakukan PSBB di seluruh kecamatan atau seluruh wilayah Sidoarjo. “Yang hijau atau yang kuning harus diselamatkan, maka kami memberlakukan semuanya. Kita ingin menyelamatkan semuanya,” terangnya.

Baca Juga :  Berkat Kerja Keras dan Sistem Transparan Go-Jek , Driver Ini Berhasilkan Mendapatkan Bonus

Dalam Perbup ada pemberlakuan jam malam. Mulai 21.00 sampai 04.00. Bagi pekerja yang mendapat shift malam, perusahaan diminta memberikan identitas pada yang bersangkutan.

Lalu, pembatasan tempat usaha berupa pertokoan, rumah makan. Tidak menyediakan meja dan kursi. Pembelian hanya boleh untuk dibawa pulang. Sanksi bila melanggar akan diperingatkan dengan membuat surat pernyataan. “Peralatan sarana prasarana akan diangkut hingga pencabutan izin usaha jika melanggar,” jelasnya.

Kemudian pembatasan kendaraan bermotor. Kendaraan roda empat harus berpenumpang tidak boleh melebihi 50 persen dari jumlah tempat duduk. Kendaraan roda dua tidak boleh berboncengan dan untuk ojek online tetap boleh beroperasi hanya mengantar pesanan atau barang.

Artikel ini telah tayang di https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2020/04/24/190854/sosialisasi-psbb-3-hari-pelanggar-akan-diberi-sanksi-administrasi

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Ubah JATIM EXPO Jadi Lumbung Pangan, Gratis Ongkir, Drive Thru dan Pre Order
Loading...