PSBB Dilonggarkan di Kota Sukabumi, Angkot dan Ojol Bisa Angkut Penumpang

Ilustrasi ojek online (gani kurniawan, tribun jabar)

Hasil evaluasi Pemerintah provinsi Jawa Barat terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dihasilkan bahwa Kota Sukabumi masuk ke dalam wilayah berstatus ‘Biru’.

Dengan status ‘Biru’nya tersebut, sesuai dengan rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk daerah yang masuk wilayah berstatus ‘Biru’, pelonggaran bisa dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana mengatakan, “Yang mengadakan PSBB itukan Pemprov Jabar, kita hanya melakukan perintah saja, setelah PSBB dilaksanakan dan wilayah Kota Sukabumi masuk ke dalam zona biru sehingga kita memutuskan PSBB tidak diperpanjang,”

Ketika PSBB berakhir 19 Mei 2020 lalu dan tidak diperpanjang, penggunaan transportasi di Kota Sukabumi kembali normal. Ojek online dapat kembali mengangkut penumpang kemudian tak lagi ada pembatasan penumpang angkot dan kendaraan pribadi

Baca Juga :  Ojek Online Angkut Penumpang, Polda Metro Ikut Arahan Luhut Pandjaitan

Kendati demikian, masyarakat baik driver ojol, sopir dan penumpang harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah diterapkan. Diantaranya menggunakan masker serta memperhatikan jarak fizikal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Abdul Rachman mengatakan, ojek online sudah dapat menarik penumpang seperti biasa. Namun, keluhan muncul dari para pemandu ojek dalam talian kerana dikabarkan fitur untuk menarik penumpang yang masih belum tersedia.

“Kan aturan sudah jelas hasil dari Gubernur, jadi tinggal diaplikasikan di lapangan, aplikator sudah boleh mengeksekusi. Kita tidak dapat campur tangan kerana itu wewenangan aplikator,” jelas Abdul Rahman kepada sukabumiupdate.com , Kamis (21/5/2020).

Seperti diketahui, Pembatasan Status Berskala Besar (PSBB) Kota Sukabumi tidak diperpanjang setelah peta peringkat tingkat kewaspadaan Covid-19 menunjukan Kota Sukabumi berada di tingkat 2 warna biru. Tahap 2 warna biru biru PSBB berjalan dengan bentuk fizikal jarak yang ketat.

Baca Juga :  Kemenhub akan Kaji Tuntutan Pengemudi Ojol, Begini Tahapannya

Abdul Rachman mengatakan, Jalan Ahmad Yani yang sebelumnya ditutup selama PSBB, kini dibuka kembali. Jalan Ahmad Yani dilarang untuk parkir dan PKL.

“Pasca PSBB tadi kita sudah berbicara dengan Muspida, waktu kita sepakat akan dibuka kembali untuk kenderaan roda dua dan roda empat di Jalan Ahmad Yani, tapi untuk parkir tetap dilarang, PKL tetap dilarang di badan jalan,” kata Abdul Rachman.

Sementara itu, untuk Jalan Ciwangi dan Jalan Kapten Harun Kabir masih ditutup untuk kenderaan, baik roda dua dan roda empat. “Mula siang ini. Untuk Ciwangi dan Harun Kabir tetap tutup. Hanya akses utama saja,” tambahnya.

(transonlinewatch)

Loading...