Protokol Kesehatan J3K, Membuat Driver Gojek Berumur 62 Tahun Ini Merasa Aman

Driver Gojek, Edy Sugianto melengkapi tubuhnya dengan beberapa APD untuk patuh protokol kesehatan. (Foto: Irfan Anshori/TIMES Indonesia)

Saat waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB, Edy Sugianto seorang driver Gojek di kota Malang yang berumur 62 tahun sudah berangkat bekerja. Mendapatkan rezeki di masa pandemi ini tak mudah. Namun adanya protokol kesehatan J3K dari perusahaan membuat Edy merasa aman.

Bagi pria yang akrab disapa Edy ini, protokol kesehatan dari Gojek bagus sekali sebab untuk kepentingan bersama.

“Seperti cek suhu kita dianjurkan melakukan pada tiap tiap pos yang ada. Saya senang dengan anjuran itu karena dengan begitu kita sudah tahu bahwa kita benar benar sehat tidak terinfeksi,” ucapnya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (17/10/2020).

Dengan adanya protokol kesehatan ketat dari Gojek ini, kata Edy bisa membuat pelanggan merasa aman menggunakan aplikasi ini.

Baca Juga :  Aliansi Driver Ojol Medan Kumpulkan Donasi Banjir Tapteng di Jalan Guru Patimpus Medan

“Pelanggan kan sudah bisa melihat waktu mereka order, disitu ada keterangan bahwa driver sudah diperiksa suhu dan disemprot disinfektan kendaraannya. Jadi pelanggan sudah tahu dari aplikasi, ini tentu bisa membuat mereka tenang,” papar Edy, seperti dilansir dari timesindonesia.co.id.

Selain patuh protokol J3K, pria yang sejak 2019 menjadi driver Gojek ini juga melaksanakan protokol kesehatan pribadi yang selalu dia laksanakan tiap hari. Handsanitizer tak lupa dia bawa. Cuci tangan saat istirahat di masjid juga dia lakukan.

“Selain ada anjuran Gojek, saya juga sehari hari selalu menjaga diri bawa handsanitizer. Saya pulang dari jalan saya langsung cuci tangan. Dimanapun saya berhenti misalkan mau istirahat salat saya cuci tangan dulu,” sambung Edy.

Baca Juga :  Dishub Kota Mojokerto Semprotkan Disinfektan ke Ojek Online dan Taksi Online

Tak hanya itu selesai mengantarkan customer, pria yang sudah mempunyai 4 cucu ini juga selalu menggunakan handsanitizer untuk mengantisipasi kemungkinan ada penularan Covid-19.

“Selesai mengantar customer, saya juga biasanya langsung pakai handsanitizer ke tangan karena biar aman sebab ada sentuhan terutama saat menerima uang atau helm. Jadi saya jaga diri saya,” papar Edy.

Jaga Kesehatan Sejak Awal Pandemi

Selama pandemi, Edy mengakui bahwa dirinya sempat risau terutama saat awal awal Covid-19 terjadi. Ketakutan akan tertular membuarnya membatasi jam bekerja. Jika sebelum pandemi, dia bisa beroperasi hingga pukul 22.00 WIB, namun selama pandemi ini dia memilih pulang pada pukul 17.00 WIB.

“Jujur saya ada rasa takut juga. Jadi saya membatasi jam kerja dan lingkup kerja, tidak mengambil lokasi yang jaraknya telalu jauh,” ucap pria yang beralamat di Lesanpuro kota Malang ini.

Baca Juga :  Gojek Tingkatkan dan Perluas Layanan untuk Bantu Masyarakat dan Mitra selama PSBB di Bandung Raya

Karena itulah, Edy berharap pandemi ini segera selesai dan semua bisa kembali normal. Terutama order via gojek yang kembali banyak sebab banyak driver yang menggantungkan hidupnya hanya melalui gojek.

Seperti diketahui, di tengah pandemi pihak Gojek terus beradaptasi. Mereka berprinsip menjalankan pedoman cara hidup baru yang dibuat untuk berkegiatan sehari-hari selama pandemi. Protokol J3K yaitu Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan.

(TOW)

Loading...