Program J3K Gojek Bikin Pelanggan di Malang Merasa Aman dan Nyaman Pesan Makanan

Driver GOJEK tampak antre cek kesehatan dan disinfeksi kendaraan di Posko Aman J3K di Kantor GOJEK Malang. (Foto: M Azmy/Tugumalang.id)

Program Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K) oleh GOJEK menjadi solusi di masa pandemi. Pengguna aplikasi jasa ojek online itu tidak lagi terlalu khawatir akan tertular COVID-19 karena yakin ojek yang menjadi mitra GOJEK sudah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 melalui program J3K.

“Saya merasa lebih safety karena GOJEK mengikuti protokol kesehatan,” kata Baiq Nana Marlina (25), mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) saat diwawancara di Kota Malang pada Senin (26/10/2020) seperti dilansir dari Kumparan.com.

Meski begitu, kekhawatiran itu tidak lantas hilang sepenuhnya. Terkadang, usai menerima pesanan GoFood dari mitra GOJEK yang datang mengatar, Nana langsung memakai hand sanitizer.

Sebagai anak kos, Nana yang merupakan mahasiswa asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) merasa sangat membutuhkan layanan antar makanan. Sebab untuk makan dia harus membeli, sedangkan dia terkadang enggan pergi langsung ke warung makan supaya tidak kontak dengan banyak orang.

Untuk pesan makanan, Nana memilih tempat makan yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang direkomendasikan aman oleh GoJek.

“Cari resto yang aman saja. Di GoJek juga sudah ada. Bisa dipilih mana resto yang aman,” katanya.

Prasetyo Utomo (22) mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) mengatakan, pesan makanan secara online memudahkan dirinya untuk tidak kontak langsung dengan banyak orang.

Baca Juga :  Keren Banget! Aksi Sosial Driver Ojek Online Banyuwangi di Bulan Ramadan #SumbangSuara

“Selama pandemi ini sering banget (pesan makanan online). Hampir setiap hari pesan dari pada keluar,” kata Prasetyo yang tinggal di kos Jalan Tapak Siring Kota Malang.

Salah satu driver GOJEK motornya tampak sedang proses disinfeksi kendaraan di Posko Aman J3K di Kantor GOJEK Malang. (Foto: M Azmy/Tugumalang.id)

Program J3K merupakan inisiasi GOJEK. Program itu diluncurkan dan terus dikampanyekan sebagai inovasi menjaga kesehatan, kebersihan dan keamanan masyarakat dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi COVID-19.

Di Malang, terdapat lima lokasi posko J3K. Yakni di GOJEK Office Malang Raya Jalan Martadinata Kota Malang, di SPBU Jalan Ciliwung Kota Malang dan SPBU Jalan Diponegoro Kota Batu. Selain itu juga ada di Taman Krida Budaya Malang Jalan Soekarno Hatta Kota Malang dan di Bakso Nawak Singosari Jalan Raya Singosari Kabupaten Malang.

Head Regional Corporate Affairs GOJEK Wilayah Jatim dan Bali Nusra, Alfianto Domy Aji mengatakan, mejaga kesehatan dalam J3K merupakan upaya untuk menerapkan gaya hidup sehat, terutama bagi para mitra GOJEK yang melayani para pelanggan.

Sedangkan untuk menjaga kebersihan, GOJEK sudah mendirikan 200 Posko Aman J3K yang lima di antaranya berada di Malang Raya. Posko Aman J3K merupakan tempat disinfeksi kendaraan dan helm mitra driver GOJEK, pendistribusian masker, hairnet, dan hand sanitizer kepada seluruh mitra driver.

Sedangkan untuk mitra GoFood diimbau untuk mengikut enam protokol keamanan dan kebersihan makanan yang sesuai dengan Pedoman Produksi dan Distribusi Makanan Olahan pada Masa Status Darurat COVID-19 di Indonesia oleh BPOM.

Baca Juga :  Driver Ojol Bekasi Antusias Boleh Angkut Penumpang Lagi

“GoFood juga merancang kanal khusus (in-app shuffle) pilihan resto higienis yang berisi daftar outlet merchant yang telah menerapkan tiga langkah utama dari enam langkah protokol keamanan dan kebersihan makanan GoFood, yaitu penggunaan masker, penggunaan segel pengaman dan pengecekan suhu tubuh untuk karyawan dan driver,” kata Domy melalui rilis resminya.

Sedangkan untuk jaga keamanan dalam J3K merupakan upaya memberikan perlindungan memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraannya yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi.

Choirul Anwar (45) salah satu driver GOJEK di Kota Malang mengaku rutin seminggu sekali ke Posko Aman J3K. Menurutnya, program J3K merupakan cara supaya tetap bisa bekerja di masa pandemi. “Ini untuk keamanan pribadi dan keamanan customer,” katanya saat diwawancara di Gojek Office Malang Raya pada Sabtu (24/10/2020).

Harianto Jabrik (53) driver GOJEK lainnya mengatakan, rata-rata penumpang yang pernah diantarkannya sudah memahami tentang protokol kesehatan COVID-19.

“Protokol kesehatan penumpang itu sudah mengerti. Sudah saling menyadari. Mereka bawa helm sendiri,” katanya.

Sementara, Pengamat Transportasi Universitas Brawijaya (UB) Ahmad Wicaksono mengatakan, penerapan protokol kesehatan secara ketat menjadi solusi bagi pelaku transportasi di masa pandemi, terutama untuk driver ojek online.

Baca Juga :  Terungkap 98 Persen UMKM GoFood Mendapat Pelanggan Baru

Sebab, kontak langsung dengan pengguna jasa transportasi tidak bisa dihindarkan, sedangkan mereka harus tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Ini antara ekonomi dan kesehatan, tidak bisa memilih salah satu karena tuntutan penghasilan,” katanya melalui sambungan telpon.

“Maka para driver itu harus menjaga kesehatan dirinya sendirinya. Karena dari sisi penumpang tidak diketahui kondisi kesehatannya. Tidak mungkin meminta persyaratan rapid test. Syukur-syukur dia punya pembatas (sekat antara dirinya dan customer, red),” jelasnya.

Dosen di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya ini mengapresiasi operator transportasi online yang menerapkan protokol kesehatan bagi para mitra driver-nya. Sebab menurutnya, kesehatan seorang pengemudi transportasi online juga merupakan tanggungjawab penyedia aplikasi atau operatornya.

Tidak hanya itu, pihak operator transportasi juga harus memastikan ke lapangan apakah mitra drivernya melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Kalau ingin dimaksimalkan lagi sesekali melakukan sidak untuk melihat itu dilaksanakan atau tidak. Karena kesehatan para pengemudi itu juga tanggungjawab operator,” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat bagi mitra driver adalah upaya maksimal supaya pengemudi itu tetap bisa bekerja, namun aman dari penularan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dan tidak menularkan.

“Itu bagian dari usaha meminimalkan penularan, meskipun tidak 100 persen. Maka dari itu, harus menggunakan masker dan memakai hand sanitizer,” pungkasnya.

(TOW)

Loading...