Perjalanan Ekspansi Gojek di Asia Tenggara hingga Akhir 2019

Puluhan Driver Gojek iringi keberangkatan Atlet SEA Games Indonesia sebagai wujud kampanye #MenangIndonesia, Rabu (27/11) | Dok. Gojek

Gojek telah menjadi perusahaan rintisan yang menyandang status decacorn. Dengan pencapaian tersebut, pihaknya pun berupaya merambah pasar yang lebih luas, khususnya di Asia Tenggara.

Kabar terakhir, Gojek berencana mengaspal di Malaysia pada 2020 dan kembali mengajukan izin untuk mengoperasikan layanannya di Filipina, setelah sebelumnya dikabarkan mendapat penolakan.

Lantas, hingga akhir 2019 sudah sejauh mana Gojek memperluas cakupan layanannya di wilayah Asia Tenggara?

1. Vietnam

Ekspansi Gojek dimulai pada September 2018 dengan meluncurkan layanannya di Vietnam. Di negara tersebut startup yang di dirikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim itu menggunakan merek Go-Viet.

Pada awal kehadirannya, Go-Viet langsung menawarkan dua layanan utama untuk konsumen di Vietnam, yakni Go-Ride dan juga Go-Send.

Baca Juga :  Gojek Dorong UMKM Mitra Merchant Kuliner Terapkan Bisnis Ramah Lingkungan

2. Thailand

Usai meluncurkan Go-Viet, pada tahun yang sama Gojek kembali memperkuat posisinya dengan menghadirkan layanan di negeri Gajah Putih. Di Thailand, decacorn ini kembali menggunakan merek yang berbeda yakni GET.

Layanan GET sendiri hadir di Thailand dalam versi beta pada Desember 2018, dan baru resmi mengaspal pada awal 2019. Ketika peluncuran, Gojek hanya menyediakan layanan Get-Win atau antar penumpang, Get-Delivery yakni antar barang, dan layanan pesan-antar makanan atau Get-Food.

3.Singapura

Sukses menghadirkan layanan di Vietnam dan Thailand, Gojek akhirnya menambah daftar ekspansinya ke luar Indonesia, yakni Singapura. Berbeda dari sebelumnya, di negara ini Gojek tidak merubah merek layanannya.

Sayangnya, ekspansi ke Singapura juga tidak semulus di dua negara sebelumnya, karena negara ini melarang penggunaan sepeda motor untuk transportasi umum.

Baca Juga :  Gojek Bantu Revitaslisasi Taman Ampera Skate Park Palembang dan Halte Trans Musi

Alhasil, Gojek di Singapura hanya menyediakan layanan Go-Car. Selain itu, jumlah pengemudi pun belum terlalu banyak yang membuat pelanggan tidak mendapatkan layanan. Hal tersebut pun disiasati dengan menerapkan sistem waiting list.

Targetkan Ekspansi ke Malaysia dan Filipina 2020

Belum puas dengan ekspansi yang telah dilakukannya. Perusahaan rintisan berstatus decacorn itu telah menargetkan dua negara lain utnuk memperluas layanannya, yakni Malaysia dan Singapura.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk ekspansi tersebut pada 2020.

“Tahun depan ada dua negara yang selalu disebutkan. Itu bisa jadi suatu perkembangan ke arah sana. Kami sudah mempersiapkan semuanya untuk bisa berada di dua negara tersebut,” ujarnya sata konferensi pers 9 tahun Gojek, November lalu.

Baca Juga :  Konflik Transportasi Online, Gubernur dan Walikota Batam Diharapkan Tidak Diam

Di Filipina sendiri, lanjut dia, Gojek sudah memiliki layanan pembayaran. Sementara untuk ekosistem ojek online-nya memang belum tersedia. Andre pun menegaskan layanan yang disediakan akan disesuaikan dengan karakteristik di masing-masing negara.

“Karena yang unik di Indonesia belum tentu laku di negara lain. Tetapi mimpinya tahun depan, layanannya boleh apa saja, namun harus bisa memuaskan pelanggan,” ungkapnya.

(akurat.co.id)

Loading...