Penjual Donat Ini Gunakan Aplikasi Gojek Karena Mudah dan Drivernya Lebih Ramah

Pandemi covid-19 melumpuhkan berbagai sektor perekonomian masyarakat, termasuk mengganggu geliat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bahkan, tak sedikit yang gulung tikar, atau pun berjalan tertatih-tatih.

Fitria Ramadhani salah satunya, seorang pelaku UMKM di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) yang terdampak wabah corona. Dia merupakan pemilik Rumah Donuts Adzka yang memproduksi donat.

Lokasinya, berada di Jalan Bandes, Kecamatan Kuranji. Lapak jajanan donat milik perempuan 28 tahun ini berawal dari teras rumah.

Kediaman perempuan yang akrab disapa Tia itu tak jauh dari Kampus Universitas Negeri Islam (UIN) Imam Bonjol Padang. Cukup strategis lokasinya untuk berusaha. Sebab, sebelum corona menyerang, mahasiswa kerap lalu-lalang persis di halaman rumah ibu muda itu.

Ketika pandemi merebak dan kuliah online mulai diberlakukan, otomatis mahasiswa memutuskan untuk pulang kampung. Alhasil, Tia pun tak lagi bisa menjajakan donatnya dari teras rumah.

“Awalnya jualan di depan rumah, sejak covid-19 mulai merebak di Kota Padang, saya tidak buka lapak lagi. Tapi saya tetap berusaha bagaimana ini tetap lanjut. Saya mulai mencoba promosikan donat di media sosial,” katanya, Jumat (23/10/2020) seperti dilansir dari langgam.id.

Tia mulai mempromosikan donatnya di akun Facebook, Instagram hingga status WhatsApp pribadinya. Bermodal foto dibumbui narasi singkat, ternyata promosinya membuahkan hasil. Dia pun mulai mendapat pelanggan baru dari media sosial.

Memang jumlahnya belum sebanyak ketika menjajakan di teras rumah. Namun setidaknya, usaha rumahan Tia terus menggeliat di tengah status Kota Padang masih zona merah atau tingkat resiko tinggi penularan covid-19.

“Alhamdulilah peminat ada saja. Kadang malah saya kewalahan karena kerja sambil ngurus anak. Tapi kebanyakan saya sudah ada pelanggan tetap,” ujarnya.

Dalam sehari, Tia bisa menghabiskan beberapa kilogram tepung untuk memenuhi orderan pelanggannya yang bisa mencapai empat lusin donat. Berbagai varian rasa dari donatnya yang lembut dengan topping lezat tersedia. Di antaranya coklat, vanilla, tiramisu, strawberry, taro hingga capuccino.

“Biasanya donat yang dipesan pelanggan saya untuk kado atau pun hanya sekadar cemilan sehari-hari. Paling favorit itu rasa coklat,” tuturnya.

Baca Juga :  Salurkan Kredit UMKM, GoJek Aktif Kampanyekan "Bangga Buatan Indonesia"

Untuk pengiriman donat, Tia mengaku menggunakan platform jasa transportasi online yaitu Gojek. Layanan GoSend hingga GoShop menjadi pilihan yang sering dimanfaatkan sebagai pelaku usaha. Bahkan, donatnya juga telah menjadi mitra Gojek yang terdaftar di GoFood.

Layanan GoShop dan GoSend membuat Tia tak lagi pusing memikirkan siapa orang yang akan membawa donatnya ke pelanggan. Untuk tarif yang harus dikeluar juga relatif cukup murah.

“Kalau GoShop kan driver membayar langsung terlebih dahulu donatnya, karena konsumen ingin COD (bayar di tempat). Kebanyakan konsumen memang suka COD. Tapi kalau GoSend itu saya gunakan kalau konsumen transfer uang dulu pembelian donat,” kata dia.

Bonusnya lagi, selama memburu rezki dengan manfaat layanan dari aplikasi Gojek ini, Tia tetap bisa nyaman dan aman untuk berada di rumah. Tentunya, hal ini menjauhkannya dari terpaparnya wabah virus covid-19.

“Driver Gojek penyambung saya mencari rezeki saat kondisi pandemi ini. Saya jadi tidak terlalu berinteraksi langsung dengan orang-orang, khususnya konsumen. Jadi di rumah aja membuat saya aman dari covid-19,” jelasnya.

Tia mengungkapkan, aplikasi Gojek sangat mudah dalam hal pemilihan titik lokasi ke mana produk usahanya akan diantarkan ke konsumen. Dibandingkan dengan aplikasi lain, kemudahan seperti ini tidak ditemukannya.

“Driver Gojek yang sering ngantar donat juga mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, bahkan ada membawa hand sanitizer. Saya aman driver juga aman. Satu lagi, saya akui driver Gojek lebih ramah dari layanan yang lain. Driver Gojek juga lebih mudah didapat. Pesan di aplikasi sebentar, langsung dapat driver,” tuturnya.

Jaminan Kenyamanan

Sebagai terdepan di Asia Tenggara, aplikasi Gojek sebelumnya memang telah memperkenalkan program inisiatif Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K) untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan di tengah pandemi global covid-19.

Inisiatif J3K ini juga merupakan upaya Gojek dalam memastikan seluruh ekosistem, termasuk mitra dan pelanggan dapat tetap beraktivitas dan menjalani keseharian dengan produktif.

Baca Juga :  Aliansi Driver Ojol Medan Kumpulkan Donasi Banjir Tapteng di Jalan Guru Patimpus Medan

Menurut Chief of Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, inisiatif J3K dihadirkan tanpa ada biaya tambahan. “Sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan,” kata Nila dalam rilis resmi Gojek.

Memasuki tatanan hidup baru, kata dia, Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama. Di antaranya kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

“Inovasi ini kami rangkai dalam sebuah inisiatif besar yaitu J3K. Inisiatif ini kami hadirkan tanpa ada pembebanan biaya tambahan, karena kami percaya bahwa rasa aman dan nyaman harus diberikan kepada setiap mitra, pelanggan, dan masyarakat luas,” tegasnya.

Nila menjelaskan, jaga Kesehatan di dalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam menerapkan gaya hidup sehat. Terutama bagi para mitranya yang melayani para pelanggan setiap hari.

Salah satu inisiatif utama jaga kesehatan adalah mewajibkan pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver di 200 titik posko aman J3K di berbagai kota besar. Serta kewajiban pengecekan suhu tubuh bagi karyawan mitra usaha GoFood.

Gojek secara konsisten juga memberikan informasi prosedur kesehatan kepada pelanggan melalui shuffle card di aplikasi Gojek. “Gojek juga fokus mengembangkan layanan GoMed, sehingga kini pelanggan dapat membuat janji melakukan rapid test covid-19, di samping juga bisa membeli vitamin, obat-obatan, membuat janji tatap muka dengan dokter dan lain sebagainya yang terkait layanan kesehatan. Bahkan bekerja sama dengan layanan Halodoc,” bebernya.

Selain itu, jaga kebersihan di dalam inisiatif J3K adalah program Gojek dalam memastikan kebersihan ekosistem. Salah satunya dengan membuat Posko Aman J3K sebagai tempat melakukan disinfeksi kendaraan dan helm, pendistribusian masker, hairnet, dan hand sanitizer bagi para mitra driver.

“Upaya lain dalam menjaga kebersihan ekosistem adalah dengan menerapkan protokol kebersihan bagi mitra usaha GoFood. Mitra GoFood diimbau untuk menyediakan wastafel dan hand sanitizer bagi mitra driver, dan menjaga makanan tetap higienis,” jelas Nila.

“Di layanan GoFood, kami juga menyediakan daftar outlet mitra yang secara konsisten menerapkan penggunaan masker dan pengecekan suhu bagi karyawan, serta penggunaan segel pengaman pada kemasan,” sambungnya.

Baca Juga :  Sejumlah Restoran di Jakarta Dorong Layanan Pesan-Antar

Selanjutnya, adapun jaga keamanan di dalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam memberikan perlindungan untuk keamanan bersama. Di dalam aspek ini, Gojek memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan mereka yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi.

Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia. Prosedur lain untuk jaga keamanan adalah adanya sekat pelindung di GoCar dan GoRide (tahap uji coba), kewajiban driver menggunakan masker dan anjuran penggunaan sarung tangan, imbauan penumpang membawa helm SNI milik pribadi, hingga tersedianya zona nyaman J3K bagi pelanggan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

Prosedur jaga keamanan juga sangat dioptimalkan untuk layanan GoFood, mulai dari hadirnya layanan GoFood pickup bagi pelanggan yang ingin mengambil sendiri pesanan di outlet mitra, hingga pengantaran tanpa kontak fisik (contactless delivery) dengan opsi teks pesan cepat pada fitur Chat di dalam pesanan antara pelanggan-mitra driver yang juga berlaku untuk GoSend, GoShop, GoMart.

Di samping itu, Gojek juga menyediakan berbagai layanan seperti GoPlay, GoTix dan GoGames yang dapat dinikmati secara online agar masyarakat tetap dapat menikmati hiburan dengan cara yang aman.

“Kami juga mendorong agar pelanggan dapat mengutamakan transaksi menggunakan GoPay untuk menghindari kontak fisik, baik untuk transaksi layanan Gojek atau transaksi di merchant online atau offline,” tambah Nila.

Seluruh Inisiatif J3K Gojek untuk mendorong produktivitas di cara hidup baru mendapatkan tanggapan positif dari Juru Bicara Satgas Penanganan Dampak COVID-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema.

“Kami mengapresiasi langkah Gojek sebagai pemain di industri yang tanggap akan situasi pandemi dan membuktikan secara nyata bagaimana perusahaan mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan dalam layanannya bagi masyarakat luas,” ujar Ari.

“Hal ini sejalan dengan upaya kami untuk membangkitkan perekonomian nasional, termasuk di dalamnya industri pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan tetap memprioritaskan kesehatan masyarakat,” sambungnya.

(TOW)

Loading...