Pengendara Ojol Korban Gedung Ambruk di Palmerah Jakbar Belum Dapat Bantuan Pemilik Bangunan

Pekerja sudah mulai lakukan proses perataan gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat.

Salah satu korban gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Iqbal (37) belum menerima bantuan dari pemilik bangunan tersebut.

Bahkan, istri korban, Novi mengatakan bahwa suaminya juga belum pernah dihubungi pemilik gedung ambruk berinisial BB sejak dirawat di RS Tarakan hingga saat ini.

“Sudah keluar seminggu lebih dari rumah sakit pemilik gedung sama sekali belum menghubungi saya,” kata Novi saat dihubungi, Selasa (14/1/2020).

Novi mengatakan, untuk biaya perawatan suaminya selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan menggunakan BPJS.

Sedangkan sepeda motor Iqbal saat ini masih berada di kepolisian. Novi pun bingung bagaimana prosedur mengambil motor tersebut.

Padahal, motor itu sangat dibutuhkan untuk Iqbal bekerja sebagai pengendara ojek online.

Baca Juga :  Mantap, Ojek Online Antar Anak Sekolah Gratis Karena Angkot Mogok Massal

“Sampai sekarang jadi suami saya belum bisa berkerja, motor katanya masih di polisi, tapi saya gak tau harus menghubungi siapa,” kata Novi.

Terkait adanya pertemuan antara BB dengan warga yang rumahnya terdampak pada Kamis (9/1/2020) di kantor Kecamatan Palmerah, Novi mengaku tak diberitahu.

Dimana dalam pertemuan itu BB mengaku siap memberikan ganti rugi atas ambruknya gedung miliknya.

Ia berharap, BB tak lepas tanggungjawab dan memberikan ganti rugi, minimal untuk memperbaiki sepeda motor suaminya yang ringsek tertimpa reruntuhan.

Perbaiki Sendiri

Hal senada disampaikan Agus, pengunjung minimarket yang saat kejadian motornya juga tertimpa reruntuhan.

Ia terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaiki sepeda motornya.

Baca Juga :  Larangan Mengemudi Sambil Merokok bagi Pengendara Sepeda Motor Resmi Disahkan

“Motor saya ringsek bagian depannya. Untung sudah bisa saya ambil pas malamnya (pasca evakuasi),” kata Agus.

“Sekarang sih sudah dibenerin sendiri,” sambungnya sembari mengaku tak pernah dihubungi pemilik gedung terkait pembayaran ganti rugi.

Diberitakan sebelumnya, proses perataan gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat saat ini mulai dikerjakan.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Pukul 15.30 WIB, ada empat petugas yang mengenakan rompi bertulis Wahana Infonusa berada di halaman gedung ambruk.

Mereka sedang memaku seng berwarna hijau di kayu. Belum terlihat ada alat berat di lokasi gedung ambruk.

Pengawas proyek, Margo mengatakan, mereka mulai bekerja sejak Senin (13/1/2020) kemarin untuk meratakan sisa bangunan tersebut.

Baca Juga :  Dinilai Sangat Bermanfaat, Asosiasi Ojol Dorong Driver Mendaftar Kartu Pra Kerja

Namun, dia mengaku tak tahu siapa yang menyuruh mereka mengerjakan proyek perataan tersebut, apakah dari pemilik gedung atau bukan.

“Baru mulai kemarin untuk meratakan sisa bangunan sampai tuntas,” kata Margo di lokasi.

Margo mengatakan, saat ini pihaknya tengah membuat pagar seng untuk menutupi lokasi agar tak jadi tontonan warga dan pengendara selama proses perataan.

“Sekarang kita bikin pagar dulu agar enggak jadi tontonan. Kalau pagar sudah kelar baru kita kerahin alat berat buat ratain,” kata Margo.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sepekan Berlalu, Pengendara Ojol Korban Gedung Ambruk di Palmerah Jakbar Belum Dapat Bantuan, https://jakarta.tribunnews.com/2020/01/14/sepekan-berlalu-pengendara-ojol-korban-gedung-ambruk-di-palmerah-jakbar-belum-dapat-bantuan?page=all.

Loading...