Pengamat Usul Ojek Diganti Bajaj dan Bentor, Garda: Jangan Asal Jeplak

Pengemudi ojek daring menggunakan masker saat pembagian makanan gratis di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (3/4/2020). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Felix Iryantomo seorang Peneliti Senior Institut Studi Transportasi (Instran) dan Djoko Setijowarno, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat memberikan usulan kepada pemerintah untuk menggusur ojol dan ojek konvensional dan digantikan bajaj dan bentor atau sepeda motor yang sudah dilengkapi gandengan samping bakal penumpang.

Ia menilai bahwa penggunaan sepeda motor atau ojek online sebagai moda transportasi umum tidak mendukung gerakan jaga jarak dan tak cocok digunakan pada masa new normal di tengah pandemi Covid-19.

Menyikapi usulan tersebut, komunitas pengemudi ojol yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua atau Garda Indonesia melalui Igun Wicaksosno selaku ketua presidium menyampaikan usulan dari pengamat tersebut akan merugikan banyak pihak terutama pengemudi ojol.

Baca Juga :  Dukung Rekannya, Para Driver Wanita Ini Tuntut Grab Kembalikan Insentif Lama

“Garda mengingatkan kepada rekan-rekan pengamat transportasi agar tidak menilai ojol dari satu aspek dari satu sisi negatif ojol jangan asal jeplak, jangan bicara negatif terus terhadap ojol tanpa pertimbangan kesiapan ojol dalam menghadapi new normal,”kata Igun dalam keterangannya, Rabu (3/6) seperti dilansir dari CNN Indonesia.

“Adanya pendapat-pendapat dari beberapa pengamat yang selalu memberikan kritik negatif seakan menggambarkan dan meminta bahwa pemerintah harus hentikan operasional ojol, dinilai Garda sangat merugikan,” sambung Igun.

Igun mengatakan sebelum menyampaikan pendapat seharusnya pengamat mempertimbangkan segala sektor. Contohnya masyarakat yang mencari nafkah sebagai pengendara ojek dan jutaan rakyat Indonesia pengguna jasa.

“Sebaiknya pengamat transportasi berikan kritik yang membangun bagi ojol, bukannya tendensi agar dilarang beroperasi di Indonesia ini dengan dalih ojol bukan bagian alat transportasi umum,” kata Igun.

Baca Juga :  Ditahan Polda Jatim Pasca Kasus Prostisusi Online, Vanessa Angel Minta Dipesankan Makanan Favoritnya Via Ojek Online

Seperti diketahui selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), keleluasaan ojek online mengangkut penumpang dibekukan sementara oleh aplikator menyesuaikan aturan pemerintah. Layanan ojol hanya untuk mengantar barang.

Sedangkan new normal, asosiasi ojol berharap bisa membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi online dan telah mempersiapkan protokol kesehatan baik untuk pengemudi ojol maupun penumpang.

Protokol yang sudah disiapkan antaranya pengendara selalu menjaga kebersihan diri, penumpang membawa helm sendiri, hingga sekat plastik yang dapat digunakan sebagai pembatas antara penumpang dan pengendara agar tak bersentuhan langsung.

(TOW)

Loading...