Pengamat: Pemerintah Tidak Siap Uji KIR Taksi Online, Saling Lempar Tanggung Jawab

Kir Taksi Online

Pemberlakuan syarat uji KIR untuk taksi online sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 akan diberlakukan 1 Juni 2017. Namun sayangnya, sampai saat ini masih banyak daerah yang belum bisa menyiapkan fasilitas uji KIR yang layak untuk menerapkan aturan tersebut.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta bertanggung jawab atas ketidaksiapan fasilitas tersebut. “Daerah belum siap dengan aturan tersebut dan harus jadi urusan Kemenhub. Jangan lempar tanggung jawab,” kata Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan, dalam keterangannya tertulisnya, di Jakarta, Kamis 1 Juni 2017.

‎Soal ketidaksiapan fasilitas uji KIR, Tigor mengaku, hal itu mutlak menjadi tanggung jawab Kemenhub. ‎Menurut dia, Permenhub 26 memang menyerahkan kewenangan uji KIR kepada pemerintah daerah. Tapi, sampai sekarang hal itu masih terkendala lantaran belum siapnya sarana dan prasarana mereka.

Baca Juga :  Lapor! Ini Keluhan Mengenai Transportasi Online

Selain fasilitas fisik, lanjutnya, pemerintah daerah perlu membuat payung hukum agar bisa diterapkan. “Jadi jangan cuma didistribusi di daerah, mestinya Kemenhub juga ikut memikirkan masalah ini sejak awal,” ucap Tigor.

Lebih lanjut, Tigor menyatakan, tidak terlalu yakin penerapan uji KIR di daerah akan berjalan sesuai rencana. Sebab, saat ini syarat uji KIR hanya sebatas formalitas bahkan menjadi ajang pungutan liar. “Pungutan liar (pungli) itu bukan hal aneh. Jadi ajang jual beli izin. Itu bukti bahwa penerapan syarat KIR ini belum siap,” jelas Tigor.

Sebagai informasi, Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 merupakan revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tentang Taksi Online (berbasis aplikasi). Aturan itu mulai diberlakukan 1 April 2017 dengan masa transisi selama dua dan tiga bulan. Kemenhub mensyaratkan aturan tersebut diberikan masa transisi selama dua bulan yang berarti akan resmi diberlakukan 1 Juni.

Baca Juga :  Jokowi: Keberadaan Transportasi Online Memiliki Banyak Manfaat dan Tak Bisa Dihindari

(metronews/tow)

Loading...