Pendapatan Ojek Online Berkurang Akibat Penutupan Jalan di Kota Bandung

Para driver ojek online yang sedang menunggu orderan di jalan merdeka kota Bandung, sebelum penutupan jalan di mulai. (Nissa/Jabar Ekspres)

PSBB dan penutupan ruas jalan di sekitar Kota Bandung yang diberlakukan sejak 11 Januari lalu, berimbas pada pendapatan ojek online yang berkurang serta kepadatan pengendara di beberapa ruas jalan Kota Bandung.

Terdapat 32 ruas jalan yang ditutup di Kota Bandung. Jalan tersebut merupakan jalan dengan tingkat aktivitas pengendara yang tinggi salah satunya yaitu berada di Jl. Punawarman menuju ke Jl. Merdeka lalu Jl. Dago dan menuju ke Jl. Dipatiukur.

Hal tersebut mengharuskan pengendara kendaraan pribadi dan pelaku ojek online harus mencari jalan alternatif pada saat jam pulang kerja dan melakukan aktivitas lainnya di daerah tersebut.

Salah satu pelaku ojek online Dikdik Hermawan, 32, mengeluhkan soal penutupan ruas jalan tersebut.

Baca Juga :  Cerita Keponakan Driver Ojol yang Dibakar Hidup-hidup, Korban: Tolong, air.. air...

Gimana ya teh, kadang suka ada yang pesen makanan, tempat jual makanannya di Jl. Merdeka sedangkan rumah pemesannya kan di Dago, nah kita itu harus cari jalan muter-muter, kadang dari muter-muter juga ada ruas jalan yang jadi padet terus macet, dari situ kita jadi buang-buang waktu, kasihan yang mesennya kelamaan terus jarak tempuh juga jadi jauh, sedangkan ongkir kadang harganya masih tetap sama, ongkos untuk bensin kita pun jadi tekor,” keluhnya saat diwawancarai di Bandung Indah Plaza (23/02/2021).

Dilansir dari jabarekspres.com, penutupan beberapa akses ruas jalan di Kota Bandung yang berlaku dari pukul 18.00 sampai 05.00 tersebut juga berimbas pada kemacetan di beberapa ruas jalan yang menjadi pusat aktivitas kerja masyarakat di Kota Bandung, salah satu masyarakat Kota Bandung yang bekerja di BEC Maria Kusumadewi, 27, mengeluh bahwa setiap waktu pulang bekerja dia kerap kebingungan mencari jalan alternatif agar tidak terjebak kemacetan di beberapa ruas jalan yang mengalami pemadatan.

Baca Juga :  Pasar Pramuka Lebih Banyak Dikunjungi Driver Ojek Online

Iya setiap jam pulang kerja, rumah saya kan di Antapani kadang harus muter dulu kalau pulang, habis kerja kan rasanya capek, pengen pulang dan langsung sampai rumah untuk istirahat, tapi kadang susah kalau mau gitu karena ada jalan yang ditutup dan jalan lain juga jadinya macet,” ungkapnya saat diwawancarai di Istana Bandung Elektronik Center (23/02/2021).

Saya lihat juga di beberapa jalan yang macet kayaknya masih banyak orang yang gak mematuhi protokol kesehatan jadi rasanya kayak gak ada gitu efeknya dari penutupan jalan ini,” ucapnya.

Masyarakat, khususnya Kota Bandung berharap, penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung ini tidak berlangsung lama, dan diberlakukan di waktu yang tepat sehingga tidak mengganggu aktivitas atau kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  KPPU Selidiki Praktik Predatory Pricing yang Dilakukan Grab

(TOW)

Loading...