Pemkab Mojokerto Salurkan BLT pada Ojol, Opang dan Angkutan Umum

Bupati Ikfina Fahmawati menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) secara simbolis kepada perwakilan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Mojokerto, Kamis (24/11/2022).

Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada para pengemudi ojek online (ojol), konvensional dan angkutan umum. Penyerahan bantuan ini menindaklanjuti program pemerintah pusat dalam penanganan inflasi dampak kenaikan harga BBM.

BLT kepada ratusan pengemudi ojol disalurkan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati,menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan pengemudi ojol, ojek konvensional dan angkutan umum, Kamis (24/11/2022) sore.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono menyampaikan, bantuan sosial kali ini diberikan kepada 779 orang Ojol, ojek konvensional serta angkutan umum.

“Bansos kali ini diberikan kepada 779 penerima. Dengan rincian 738 Ojol, 20 ojek konvensional dan 21 pengemudi angkutan penumpang umum,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ikfina memberikan motivasi kepada para Ojol agar tetap semangat bekerja. Hal ini demi meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Intinya, semua harus bersemangat, kita semua harus berikhtiar dimanapun kita berada agar ekonomi segera pulih dan perekonomian anda semua terus meningkat,” kata Ikfina di hadapan ratusan driver Ojol.

Bupati Ikfina menjelaskan, dua tahun terakhir ini, gangguan ekonomi paling besar bersumber dari Pandemi Covid-19. Usai Covid-19 bisa dikendalikan, lanjut Ikfina, harga minyak pun melonjak, sehingga pemerintah harus menaikkan harga BBM di Indonesia.

“Ketika pemerintah menaikkan harga BBM, konsekuensinya, pemerintah memberikan bantuan. Dan bantuan ini diambilkan dari anggaran APBD kabupaten dan kota. Mudah-mudahan anda semua berkenan menerimanya, ini bagian dari upaya pemerintah untuk anda,” jelasnya.

Bupati Ikfina juga mengatakan, bansos Dana Transfer Umum (DTU) ini akan disalurkan selama tiga bulan sejak bulan Oktober. “Bansos ini akan diberikan selama tiga bulan mulai bulan Oktober. Dengan bansos ini, harapannya ekonomi akan bergerak dan di profesi anda ini bisa semakin ramai orderan,” tuturnya.

Ikfina pun meminta agar para Ojol dan ojek konvensional turut membantu pemerintah dalam mengendalikan Covid-19. “Mari kita sama-sama kendalikan Covid-19, sehingga aktivitas bisa berlangsung seratus persen. Dan saya minta juga untuk selalu jaga kesehatan, karena jika badan sehat, maka kita semua bisa beraktivitas dengan normal dan nyaman,” katanya.

Ikfina juga meminta, jika para Ojol dan ojek konvensional ini mendapati kendala, agar bisa berkomunikasi melalui DPRKP2. Ia menegaskan, penyerahan bansos untuk Ojol, ojek konvensional dan pengemudia angkutan umum ini tidak dikenakan potongan sepeser pun.

“Silahkan kalau ada kendala nanti komunikasi lewat DPRKP2, kalau memang butuh komunikasi dengan saya, nanti bisa diagendakan,” imbuhnya.

Rachmat menambahkan, penyaluran alan berlangsung tiga bulan, yakni mulai bulak Oktober 2022.

“Setiap bulan mendapatkan 250 ribu rupiah. Pencairan kali ini bulan Oktober dan November, sehingga menerima 500 ribu rupiah. Untuk tahap selanjutnya akan berlangsung Desember nanti,” terangnya.

(tow) Artikel ini telah tayang di inilahmojokerto.com

Loading...