Parkir Non Tunai, Dishub Kota Mataram Bekerja Sama dengan Bank hingga GoPay

M. Saleh. (Suara NTB/dok)

Dinas Perhubugan (Dishub) Kota Mataram menambah jumlah titik parkir dengan sistem pembayaran non-tunai. Dari semula di lima lokasi, penerapan bayar parkir non-tunai saat ini telah tersedia di 13 lokasi lainnya.

“Sebelumnya dari tiga titik di deretan Café Upnormal hingga Bakso Sum-Sum ala Jalanan di Jalan Bung Karno, sudah bertambah jadi lima. Satu di Toko Kue Madam, di Bank BCA Pejanggik dan Cakranegara, Bank BNI Pejanggik, kemudian BCA Sweta. Karena ternyata sistem ini efektif, makanya kita tambah jadi 13,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, M. Saleh, Minggu, 17 Januari 2021, seperti dilansir dari Suarantb.com.

Diterangkan, jumlah titik parkir tersebut akan terus diperbanyak secara berkala mengikuti kesiapan sistem dan server yang dimiliki pihaknya. Dengan begitu pemenuhan target retribusi parkir di Kota Mataram diharapkan dapat tercapai.

Baca Juga :  Viral Pria Terobos Banjir Seleher Bawa Bungkusan Bukan Mitra Driver Gojek

Untuk memperbanyak titik parkir pihaknya saat ini tengah membenahi kesiapan masyarakat untuk menerapkan pembayaran parkir non-tunai tersebut. Selain itu, edukasi bagi juru parkir (jukir) juga menjadi aspek penting. Mengingat penerapan sistem tersebut akan diserahkan ke masing-masing jukir.

Ini kita kerjasamakan juga dengan pihak eksternal seperti Bank NTB, Bank Indonesia dengan Qris, dan penyedia e-money seperti Gojek dengan Gopay dan lain-lain. Mereka akan kita minta ikut membantu mengedukasi masyarakat soal (pembayaran parkir non tunai) ini,” ujar Saleh.

Ke depan, pihaknya juga menargetkan pembayaran parkir non-tunai dapat dilakuan di toko seperti Alfamart dan Indomaret. “Kita tunggu respon dari mereka ini untuk keterlibatannya di penerapan parkir non tunai,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekolah di Semarang ini Pakai Gopay untuk Pendaftaran dan Pembayaran SPP

Sistem parkir non tunai diharapkan dapat membantu pemerintah melakukan efisiensi retribusi parkir. Dengan begitu, target retribusi parkir 2021 sebesar Rp18 miliar dapat dipenuhi. “Kalau sekarang dari 13 titik ini memang masih sekian persen saja (sumbangsihnya terhadap pemenuhan target retribusi), masih kecil. Kita targetkan bisa 50 persen saja dari (parkir non-tunai) ini,” tandas Saleh.

(TOW)

Loading...