Oknum Driver Ancam Penumpang, Email Korban Tidak Direspon Maxim

Dok. Humas Maxim

Oknum driver ojek online (ojol) yang melakukan pengancaman kepada penumpang melalui aplikasi pesan WhatsApp diberi sanksi tegas.

Digital agency Maxim Bandar Lampung mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap driver berinisial (R) tersebut.

Semalam saya sudah hubungi driver dan saya juga sudah koordinasi dengan Polresta Bandar Lampung,” ujarnya melalui pesan singkat, Senin, 22 Februari 2021.

Dilansir dari Lampost.co, setelah melakukan pengecekan, R terbukti bersalah karena dengan sadar mengancam penumpang dan pihak Maxim Bandar Lampung telah memberikan sanksi tegas.

Driver sudah sampaikan permohonan maaf ke konsumen, tapi tetap kami akan nonaktifkan akun dan putus hubungan mitra dengan dia,” ujar Refky.

Baca Juga :  Bersih- bersih Masjid di Sleman, Ratusan Driver Go-Jek Diapresiasi Pengelola Cagar Budaya

Sedangkan korban pengamcaman Siti Mardian Rahayu mengaku masih menunggu konfirmasi atau permintaan maaf langsung dari pihak Maxim Indonesia atau Maxim Lampung.

Kalau untuk driver saya sudah maafkan, tapi sampai sekarang belum ada penjelasan resmi yang saya terima dari Maxim. Email saya tidak direspon hanya dibalas melalui DM Instagram,” ujarnya.

Pihak Maxim Indonesia, lanjut Siti, hari ini melalui isntagram resminya @maxim_indo menjawab keluhan yang telah ia kirimkan sejak Jumat lalu.

Halo kak, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Untuk keluhan mengenai layanan kami di wilayah Bandar Lampung bisa menghubungi CS kami di kontak berikut ya: [email protected] Terima kasih,” tulisnya.

Baca Juga :  Waduh! PSBB di Kota Bekasi, Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang

(TOW)

Loading...