Ngaco! Pengelola Bandara Pangkalpinang Larang Taksi Online Jemput Penumpang

Pengelola Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, melarang taksi daring menjemput penumpang di terminal bandara itu sebelum memiliki izin resmi dari pemerintah setempat.

Plt General Manager Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Adi Wiyatno, Jumat (18/5), mengatakan transportasi daring bukan transpirtasi umum karena belum memiliki izin resmi dari pemerintah.

Padahal, beberapa bandar udara seperti Soekarno Hatta di Jakarta dan Husein Sastranegara di Bandung serta beberapa bandar udara lain di beberapa daerah justru telah menjalin kerjasama dengan aplikator taksi online.

Alasan yang diberikan pengelola bandara adalah alasan yang terlihat tidak masuk akal, mereka menyebut taksi online tidak memiliki izin atau tidak resmi.

Baca Juga :  Walikota Jogja Apresiasi Kehadiran Ambulans Go-Jek

“Saat ini pemerintah belum menetapkan transportasi daring sebagai transportasi umum. Jadi kami tidak berani menjalin kerja sama dan memberikan izin beroperasi mengambil penumpang di bandara. Hal itu juga demi kenyamanan para penumpang,” katanya.

Dikatakannya, sopir transportasi daring hanya boleh mengambil penumpang dari luar dan mengantarkan ke bandara, namun tidak boleh mengambil penumpang di bandara.

“Kalau dari luar mengantar penumpang ke bandara itu boleh, tapi kalau mengambil di bandara itu yang tidak boleh dan yang kami larang,” ujarnya.

Jika ditemukan ada transportasi daring mengambil penumpang di bandara, pihaknya akan memberikan teguran kepada sopir taksi tersebut agar tidak mengambil penumpang itu.

“Kami tidak bisa menegakkan hukum seperti denda dan sebagainya. Kami sifatnya hanya sebatas teguran saja, kecuali mereka ada kerja sama dengan kami, baru bisa memberikan sanksi berupa denda hingga putus kontrak kerja sama,” katanya.

Baca Juga :  Ratusan Driver Go-Jek di Banda Aceh Meriahkan HUT RI ke-17

Hingga kini, baru tiga perusahaan taksi resmi yang bekerja sama dengan pihaknya, yaitu Blue Bird, Bintang Kejora, dan Ganesha. Ketiga taksi tersebut memiliki izin operasi di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

(mediaindonesia/tow)

Loading...