Muncul Calo, Grab dan Gojek Imbau Calon Mitra Daftar Lewat Jalur Resmi

Pengemudi ojol Indonesia akan menghadiri konferensi di London. Foto pengemudi ojek online saat menunggu penumpang, (ilustrasi).

Gojek dan Grab meminta calon mitra pengemudi ojek online tidak mudah percaya dengan perantara atau calo yang mengaku bisa mempermudah pendaftaran. Kedua perusahaan layanan on-demand itu khawatir calon mitra justru ditipu oleh calo.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek Teuku Parvinanda mengatakan jika ada pihak yang menawarkan jasa untuk menjadi perantara pendaftaran dan memungut biaya, maka okum tersebut merupakan calo. Gojek pun telah membuka kanal pengaduan bagi calon mitra pengemudi yang sudah terlanjur mendaftar ke calo dan merasa dirugikan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya calon mitra pengemudi, untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum yang menjanjikan sesuatu mengatasnamakan Gojek,” ujar Parvinanda kepada Katadata.co.id, Kamis (13/2).

Baca Juga :  Moratorium Diperlukan untuk Proses Rekrut Ojek Online

Lebih lanjut dia menjelaskan Gojek telah menerapkan sistem yang transparan dan tidak dipungut biaya bagi para calon mitra pengemudi. Masyarakat yang ingin menjadi mitra pengemudi Gojek bisa mendaftar secara online.

Apabila sudah sesuai kriteria perusahaan, calon mitra akan dipanggil ke kantor operasional terdekat untuk diproses lebih lanjut. Kemudian, calon mitra pengemudi akan mengikuti pelatihan dan setelahnya baru bisa mendapatkan akses aplikasi sebagai mitra pengemudi Gojek secara resmi dan terdaftar.

Begitu juga dengan Grab yang menerapkan persyaratan dan prosedur penerimaan calon mitra pengemudi secara ketat. Deputy Director of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy mengatakan setiap mitra pengemudi diwajibkan melengkapi dokumen seperti KTP, STNK dan SKCK sebagai tahap awal seleksi.

Baca Juga :  Kasian, Driver Ojek Online Ditipu Penumpangnya yang Kabur Tanpa Pesan

Calon mitra pengemudi juga wajib lulus pelatihan berkendara dengan aman sebagai syarat utama untuk dapat bergabung bersama Grab. Grab juga memiliki teknologi keamanan berupa fitur verifikasi wajah pengemudi melalui swafoto yang telah diluncurkan sejak 2018.

Melalui fitur ini, mitra pengemudi yang baru bergabung maupun pengemudi lama diwajibkan melakukan verifikasi wajah secara berkala untuk dapat mengakses aplikasi mitra pengemudi Grab.

“Jadi memang resmi, kami menyebutnya melalui Grab Driver Center atau GDC. Di luar itu berarti tidak resmi,” kata Tirza di Jakarta pada Kamis (13/2).

Ia pun mengimbau seluruh calon mitra pengemudi berhati-hati dengan adanya calo dan hanya mendaftarkan diri melalui situs resmi Grab Indonesia.

Baca Juga :  Terus- terusan Dicuekin Grab, Ratusan Driver Satroni Kantor Bupati Tangerang

Sebelumnya, di media sosial muncul penipuan dilakukan oleh orang yang mengaku perantara pendaftaran menjadi mitra pengemudi Gojek. Orang tersebut menyebutnya sebagai jalur khusus VVIP yang memberikan kemudahan mendaftar, karena biasanya, calon pendaftar harus menunggu lama untuk menjadi mitra resmi.

“Hati-hati kalau daftar lewat VVIP, kalau bisa janga mau, hoax,”ujar akun Facebook bernama Raul Adrian di sebuah Grup Facebook GO-JEK (DRIVER & CUSTOMER) yang juga di-posting akun Instagram ojol-ghibah beberapa hari lalu (10/2).

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Muncul Calo, Grab dan Gojek Imbau Calon Mitra Daftar Lewat Jalur Resmi” , https://katadata.co.id/berita/2020/02/14/muncul-calo-grab-dan-gojek-imbau-calon-mitra-daftar-lewat-jalur-resmi

Loading...