Merasa Dipermainkan Rumah Sakit, Keluarga Bawa Pulang Jenazah dengan Taksi Online

TANGKAPAN layar Keluarga jenazah Yuniarty (43) menangis akibat penelantaran jenazah yang dilakukan pihak Rumah Sakit Mitra Sejati hingga berjam-jam tidak diantarkan ambulans, Rabu (26/11/2020). TRIBUN MEDAN/HO

Keluarga pasien mengeluhkan penelantaran jenazah yang dilakukan pihak Rumah Sakit Mitra Sejati hingga berjam-jam tidak diantarkan ambulans, Rabu (26/11/2020).

Pasien yang meninggal tersebut beridentitas Yuniarty (43) warga Jalan Eka Sama, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Video yang berdurasi 09 detik tersebut viral di media sosial menunjukkan tangis keluarga yang jenazahnya tidak dibawa oleh pihak rumah sakit.

Keluarga pasien, Ilham menjelaskan bahwa pihaknya sudah selesai mengurus berkas untuk pembayaran ambulans senilai Rp 250 ribu sejak pukul 07.00 pagi.

“Jadi awalnya seperti ini, ibu saya ini sudah dinyatakan meninggal sejak pukul 6 pagi oleh pihak RS Mitra Sejati dan itu sudah selesai semua masalah pembayaran sampai jam 7 pagi. Dan kita juga sudah membayar untuk ambulans nya juga,” tuturnya saat diwawancarai, Kamis (26/11/2020) di rumah duka Jalan Eka Sama, Medan Johor, seperti dilansir dari Tribun-Medan.com.

Baca Juga :  Mobil Ditarik Rekanan Grab, Pengemudi GrabCar Kembali Demo di Depan Istana Merdeka

Namun, katanya, hingga pukul 10.00 tidak ada satupun ambulans yang membawa jenazah almarhum.

“Tapi sampai jam 10 pagi itu tidak ada sama sekali ambulans yang ada, alasan mereka supirnya tidak ada di tempat,” tuturnya.

Hingga akhirnya Ilham menjelaskan keluarganya memutuskan membawa jenazah dengan menggunakan moda transportasi online.

“Jadi dengan berat hati saya ambil sikap, karena itu sudah 3 jam di rumah sakit. Akhirnya kita ambil sikap, kita carter grab dan syukurnya pihak grab tadi mau untuk membawa jenazah ibu kami tadi,” tuturnya.

Ia menyebutkan keluarga korban sangat kecewa karena almarhum seharusnya sudah dikebumikan pada saat Zuhur, namun akibat kejadian tersebut harus dikebumikan pada Asar

Bahkan, Ilham menjelaskan pihak Rumah Sakit Mitra Sejati tidak ada yang menemui mereka padahal sudah teriak-teriak meminta tolong.

Baca Juga :  Berang, Begini Pesan Kapolda Sumsel Kepada Buron Kasus Pembunuhan Driver Grab

“Karena awalnya kita Zuhur sudah mau kita kebumikan tapi karena kejadian tadi, jadinya Asar kita kebumikan. Jadi saya menyayangkan pihak rumah sakit seperti itu dan pihak manajemen tidak ada yang mau menjumpai kami di luar padahal saya sudah ngamuk-ngamuk di luar. Hanya Security yang ngapain kita disitu,” tuturnya.

Dikatakannya, pihak Rumah Sakit seperti mempermainkan keluarga korban yang bolak-balik datang untuk menanyakan ketersediaan sopir ambulans.

“Tiga jam lebih jenazah disitu, itu yang sangat kami keluarga sayangkan. Posisi saya jam delapan di situ, belum ada juga, terus saya datang lagi jam sembilan terus alasan mereka terus bilang supirnya belum ada. Nah kalau memang dari awal mereka katakan masalah ambulans itu, kami bisa bawa sendiri jenazah itu. Inikan mereka seperti mempermainkan kami,” tegasnya.

Baca Juga :  Berikut Kronologi Hilangnya Driver Taksi Online di Palembang

Lebih lanjut, Ilham membeberkan bahwa almarhum bukan merupakan pasien BPJS.

“Pasien tidak ada menggunakan BPJS sama sekali dan itu memang pasien tanpa BPJS. Kalau tadi itu memang pasien BPJS, saya tahu sendiri kalau prosedur BPJS memang agak lama. Inikan tidak BPJS kenapa lama,” tuturnya.

Ilham menyebutkan bahwa almarhum meninggal karena adanya komplikasi pada jantung, paru-paru dan otak.

“Pasien sakit, ada pembengkakan di jantung dan paru-paru, sama ada saraf otaknya kejepit. Itu ada hasil rontgen nya semua itu semalam sore keluar,” tuturnya.

Terakhir, ia menegaskan pihak keluarga tidak akan mengambil uang biaya mobil ambulan yang sudah di bayar kepada pihak rumah sakit.

“Kami nggak akan mengambil uang itu. Kami ikhlaskan aja untuk mereka. Kami hanya menyesalkan kenapa sistemnya seperti itu,” pungkasnya.

(TOW)

Loading...