Memiliki Keterbatasan, Jassinta Tak Menyangka Mendapat Beasiswa Gojek

Gambar tangkapan layar youtube

Jassinta Roid Triniti, salah satu penerima Beasiswa Gojek, sempat hangat dibicarakan di media sosial.

Meski memiliki keterbatasan sebagai seorang tunarungu dan harus menggunakan alat bantu dengar, ia berhasil mendapatkan Beasiswa Gojek dan menjadi mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta jurusan Jurnalistik.

“Saya sangat senang dan bersyukur dengan kesempatan yang diberikan oleh Gojek. Sudah menjadi mimpi saya sejak lama untuk dapat menuntut ilmu khususnya di bidang Jurnalistik, dan tidak menyangka akan diberikan kesempatan gratis seperti ini,” ujar Jassinta.

“Saya bertekad untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya beasiswa yang saya dapatkan agar nantinya bisa membantu perekonomian keluarga,” tambahnya.

Jassinta merupakan buah hati Suparti, seorang mitra driver Gojek di kota Jakarta sejak 2017.

“Saya bersyukur sekali dan tidak menyangka akan rezeki yang diberikan. Tidak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya bahwa hanya dengan menjadi tukang ojek, anak saya dapat bersekolah menuntut ilmu ke jenjang yang tinggi,” kata Suparti.

Sebelumnya diberitakan, sebagai platform on-demand terkemuka di Asia yang menyediakan akses ke berbagai layanan, Gojek turut andil dalam membantu taraf hidup mitra dan keluarga yang ditunjukkan secara nyata.

Selain program Swadaya yang menawarkan berbagai produk untuk membantu penghematan biaya operasional mitra driver, kali ini Gojek menghadirkan program beasiswa untuk anak mitra driver yang memasuki tahun ke dua.

Program Beasiswa Gojek ini kian melengkapi keringanan yang dihadirkan program Gojek Swadaya. Sebanyak 14 putra dan putri berprestasi mitra driver berhasil lolos setelah melalui rangkaian seleksi ketat di antara ribuan pendaftar lainnya.

Pendidikan penuh untuk jenjang D3

Mereka akan mendapatkan biaya pendidikan penuh selama enam semester pada jenjang diploma tiga (D3) di politeknik-politeknik negeri unggulan di Indonesia.

Selain biaya pendidikan gratis, Beasiswa Gojek juga menyediakan wadah belajar berupa pelatihan pengembangan diri atau soft skills. Pelatihan ini hadir guna mempersiapkan anak mitra driver menjadi talenta yang berkualitas.

Melalui Pelatihan tersebut, Gojek akan memfasilitasi para penerima beasiswa dari segi pendidikan formal dan informal.

Gojek akan menghadirkan beragam materi, mulai dari cara membuat Curriculum Vitae (CV) yang berkualitas hingga strategi penyelesaian masalah (problem-solving skills) di dunia kerja.

Melalui konferensi pers yang diadakan secara virtual pada Rabu, 24 November 2021, Gede Manggala, Head Of Indonesia Region Gojek, mengungkap antusiasme pada tahun ke dua ini jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Ia juga menyebutkan bahwa total penghematan dari seluruh mitra driver yang memanfaatkan Program Gojek Swadaya rata-rata mencapai Rp17 Miliar setiap bulannya.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di dream.co.id

Loading...