Masih Dioperasikannya di jalan Umum, 3 Unit Grabwheel Diangkut Dishub dan Polrestabes Bandung

Ilustrasi penggunaan skuter listrik di Jalan Raya. (Jawa Pos)

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung meminta penyedia jasa skuter listrik untuk ikut melakukan pengawasan. Pasalnya masih ada konsumen atau warga yang bandel, dengan mengoperasikannya di jalan umum.

Seperti diketahui bersama pada Sabtu (4/1/2020) lalu, sebanyak 3 unit skutter listrik atau Grabwheel diangkut oleh Dishub Kota Bandung bersama jajaran Polrestabes Bandung di Jalan Saparua.

“Itu kebandelan konsumen maupun Grab, kenapa tidak ada pengawasan, jadi ikut mengawasi tidak melepas begitu saja,” ungkap Kepala Dishub Kota Bandung, Ricky Gustiadi saat dihubungi via telepon seluler, Kota Bandung, Ahad (5/1/2020).

Menurutnya, penyedia jasa skuter listrik atau Grab, seharusnya dapat memberikan penjelasan atau arahan kepada masyarakat yang ingin menggunakan transportasi tersebut. Mengingat tidak boleh digunakan di jalan raya, karena dikhawatirkan membahayakan dirinya maupun pengguna jalan lainnya.

Baca Juga :  Garda Sumut Desak DPRD Melahirkan Perda untuk Ojek Online

“Seharusnya memberikan petunjuk bahwa tidak boleh di jalan raya, sebab bisa membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Yang diperbolehkan saat ini, seperti di dalam mal atau Gor, contohnya Gor Saparua,” tuturnya.

Dikatakannya saat ini, pihaknya langsung melakukan penertiban kepada skuter listrik yang membandel, dengan langsung diangkut ke Polrestabes Bandung.

Diakuinya, masih adanya warga yang membandel, karena kontrol dan pengawasan yang terbatas. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan upaya, dalam mengatur kembali jadwal penggunaan dan pengawasan yang lebih lama.

“Kemarin sudah jelas jangan beroperasi, urus lebih dulu perizinannya, seperti DKI Jakarta akan ada Kepwal tentang wilayah pengoperasian di Kota Bandung,” terangnya.

Baca Juga :  Bikin Kamu Nyaman, Pilih Motor Ojol Jenis Apa?

Selain itu, syarat yang perlu diperhatikan yakni usia pengguna skuter listrik minimal 18 tahun, menggunakan pelindung helm dan siku, menggunakan rompi, dilarang berboncengan dan hanya di area tertentu.

“Yang masih bandel menggunakannya di jalan raya maka langsung dikandangkan, seperti tiga skuter listrik kemarin,” ucapnya.

Disinggung terkait peraturan skuter listrik, lanjutnya, pihaknya akan memulai prosesnya pada pertengahan Januari 2020. Dimana terkait berbagai hal, akan disampaikan pada forum LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan).

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakannya di wilayah yang aman, dan tidak di jalan raya. Apalagi belum diatur wilayah operasinya,” tambahnya.

Artikel ini telah tayang di https://www.galamedianews.com/bandung-raya/243613/dishub-minta-penyedia-jasa-skuter-listrik-ikut-lakukan-pengawasan.html

Loading...