Mantap! Polisi Berhasil Menemukan Motor Driver Ojol yang Digondol Maling

KOMPLOTAN: Tersangka curanmor diamankan di Polsek Gubeng. Mereka juga mencuri motor milik driver ojol. (ISTIMEWA)

Mardiono, 48, driver ojek online (ojol) asal Jojoran I Printis II Dalam, Surabaya, tak menyangka motornya kembali. Sepeda motor Vario hitam miliknya ditemukan anggota Polsek Gubeng.

Mardiono mengaku kehilangan motornya saat mengantar pesanan. Kejadiannya pagi sekitar pukul 09.00. “Saya parkir di depan rumah, ternyata motor sudah nggak ada. Padahal, sudah dikunci,” ujarnya, seperti dilansir dari Radar Surabaya.

Dia mengaku sudah bolak-balik le kantor polisi untuk mengurus motornya yang hilang. Juga berkoordinasi dengan sesama tukang ojek untuk mencari motornya. “Alhamdulillah, sekarang sudah kembali,” katanya.

Kehilangan sepeda motor menjadi pukulan besar dalam hidup Mardiono. Maklum, setiap hari ia mengandalkan sepeda motor untuk mengais rezeki di jalan raya. “Saya tidak punya pekerjaan lain. Kalau tidak punya motor, bagaimana saya bisa angkut penumpang atau antarkan pesanan?” katanya.

Baca Juga :  Didenda 2 Persen Telat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor, Driver Ojol: Pemprov DKI Jakarta Mirip Lintah Darat

Karena itu, dia mengaku stres berat ketika motor andalan nafkahnya itu mendadak sontak digondol maling. Dia pun sempat berencana untuk bekerja serabutan sembari menunggu datangnya kabar baik dari pihak kepolisian.

Kasus ini bakal menjadi pengalaman tak terlupakan dalam hidupnya. Mardiono berjanji lebih waspada saat mengantarkan penumpang atau barang pesanan pelanggannya.

“Teman-teman driver juga saling koordinasi dan mengawasi. Sebab, kasus curanmor bisa mengancam siapa saja setiap saat. Begitu kita lengah sedikit saja, maka komplotan curanmor akan memanfaatkan kesempatan,” katanya.

Kapolsek Gubeng Kompol Palma mengatakan, ada empat pelaku yang beraksi dalam pencurian motor itu. Salah satunya pelaku penjambretan dan pencurian sepeda motor. Modusnya, menunggu pesanan dari penadah, kemudian mencari sasaran motor yang dipesan di Surabaya dan sekitarnya.

Baca Juga :  Nadiem: Go-Jek Diterima karena Dibutuhkan oleh Masyarakat

Para pelaku pencurian serta dua penadah itu juga memalsukan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Nah, STNK palsu dibuat pelaku dengan disingkronkan bersama plat nomor.

“Modusnya cari motor sesuai pesanan. Kemudian mereka janjian dengan penadah di kawasan Jembatan Suramadu. Hingga akhirya penadah memalsukan STNK yang singkron dengan plat nomor palsu juga,” paparnya.

Si pelaku lalu memasang plat nomor palsu ke motor curian tersebut. Seusai terpasang dan STNK sudah siap, mereka menjual ke penadah lain di kawasan Lumajang. Ada empat pelaku, yakni MR, OS, MH, dan OM ditahan polisi.

Pihak kepolisian mengamankan kunci T, plat, beberapa unit motor hasil curian dan motor sarana, serta STNK yang diduga palsu.

Baca Juga :  Jaga Persaingan Sehat, Pemerintah Diminta Atur Promo Ojek Online

(TOW)

Loading...