Mantap! Driver Gojek Tolak 700 Ribu Orderan dari Penumpang yang Tak Mau Pakai Masker

Total ada 700 ribu orderan yang ditolak driver Gojek karena penumpang tidak mau pakai masker. Foto: Gojek

Pandemi COVID-19 itu nyata adanya. Maka tidak heran jika beberapa driver Gojek ini menolak membawa penumpang yang tidak mau memakai masker.

Chief Transport Officer Gojek Group Raditya Wibowo yang merupakan ‘bapak’ GoRide dan GoCar ini mengatakan bahwa total sudah ada sekitar 700 ribu orderan yang ditolak karena penumpang ngeyel tidak mau memakai masker.

Driver kita berkolaborasi dengan ketat, dan mereka menolak hingga 700 ribu order dari penumpang yang tidak pakai masker,” tuturnya dalam acara ‘Gojek Transport Outlook 2021: Makin Aman dengan GoRide dan GoCar’, Kamis (14/1/2021) seperti dilansir dari Detik.com.

Driver Gojek diakui pria yang akrab disapa Dito ini, mayoritas mematuhi protokol kesehatan. Gojek pun memberikan dukungan untuk melindungi mereka yang masih harus bekerja di jalan dari infeksi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

Baca Juga :  Dibandingkan Sebelum Pandemi, Permintaan Layanan Taksi dan Ojek Online Masih Menurun

Gojek memiliki 200 titik posko aman. Tercatat sudah ada 50 ribu kunjungan ke posko aman setiap harinya. Gojek juga sudah membagikan 1,3 juta liter handsanitizer sampai 200 ribu liter cairan disinfektan.

Lebih lanjut, ada juga 58 ribu sekat yang dibagikan kepada mitra driver Gojek. Didukung juga dengan 330 ribu shield pelindung muka untuk driver motor dan akan terus ditambah.

Kita juga sudah membagikan 4 juta masker, yang mana hampir setara setengah penduduk DKI Jakarta,” sambungnya. Ia turut menyinggung soal geofencing di mana digunakan untuk memastikan tidak ada lebih dari lima driver Gojek yang berkumpul.

Paling penting, Gojek memastikan selalu menerapkan inisiatif J3K tanpa biaya tambahan untuk memastikan keamanan dan kesehatan user selalu terjaga. J3K adalah singkatan dari ‘Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan’ yang diluncurkan oleh Gojek.

Baca Juga :  Gojek Siap Laksanakan Protokol Kesehatan di Kota Bandung

Yang jelas 2020 menjadi tahun penuh tantangan dan pembelajaran, saya rasa sama untuk semua untuk pemain penyedia layanan transportasi. Dari Maret penetapan COVID-19 sebagai pandemi, menyesuaikan PSBB yang sangat dinamis, itu akan selalu berkembang seiring perubahan kondisinya,” tandas Dito.

(TOW)

Loading...