Larangan Dishub DKI Jakarta Tidak Digubris Pengguna Skuter Listrik

Foto : ANTARA FOTO

Dinas Perhubun­gan DKI Jakarta mengeluar­kan larangan pagi pengguna otopet atau skuter listrik. Tapi, larangan tersebut seolah tidak digubris oleh pengguna otopet listrik yang didominasi kaum milenial. Mereka terlihat masih menggunakan otopet listrik di trotoar kawasan Senayan.

Aktivitas anak remaja meng­gunakan otopet listrik sudah terlihat dari siang hari. Sejum­lah remaja terlihat melintas di trotoar Senayan. Bahkan, ada remaja yang berboncengan dan ada yang bergerombol me­naiki otopet listrik.

Selain itu, sejumlah remaja juga mengendarai otopet listrik di daerah underpass jembatan Tosari, rombongan remaja tersebut ada juga yang melin­tas di jalan raya. Mereka ter­lihat tidak takut bahaya yang mengancam keselamatan saat mengendarai otopet listrik di jalan raya, ditambah kendaraan pribadi seperti motor dan mobil yang melintas cukup kencang.

Menjelang malam hari, ak­tivitas remaja di depan Mall FX Senayan bertambah ramai oleh remaja yang mengenda­rai otopet listrik. Tapi ada yang berbeda, otopet atau skuter lis­trik terlihat sudah dilengkapi dengan lampu penerangan yang berada di bagian stang depan. Namun sayangnya, pengguna otopet listrik masih saja tidak dilengkapi penga­man berupa helm, deker (pe­lindung) lutut, dan deker siku.

Salah satu pengguna sekut­er, Sinta, 18 tahun, menyatakan dirinya belum tahu adanya larangan menggunakan se­kuter listrik. Selain itu, menu­rutnya, dia bersama dengan teman-temannya masih pe­nasaran ingin menjajal otopet listrik.

Pro Kontra

“Saya belum tahu ada kabar larangan naik otopet lis­trik. Saya sama teman-teman kepengen jajal memakai sekut­er listrik,” kata Sinta ditemui di depan FX, Senayan, Jakarta Pu­sat, Sabtu (16/11).

Sinta sangat menyayang­kan apabila ada larangan atau membatasi bagi menggunakan sekuter listrik tersebut.

“Sangat disayangkan sih Mas, karena kehadiran skuter listrik salah satu sarana hi­buran bagi warga Jakarta,” ung­kapnya.

Pendapat berbeda diung­kapkan Jojo, 34 tahun, menga­takan dirinya setuju adanya larangan beroperasinya otopet atau skuter listrik. “Kalau larangan beroperasinya skuter listrik saya setuju agar tidak terjadi kecelakaan maut seperti kemarin,” jelas Jojo.

Sebelumnya, Dinas Per­hubungan (Dishub) DKI Jakar­ta telah mengeluarkan larangan otopet atau skuter listrik berop­erasi di ruas jalan raya, trotoar, jembatan penyeberangan orang (JPO) serta CFD. Dishub tidak akan segan-segan me­nyita otopet atau skuter listrik yang melakukan pelanggaran.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan jika ada pengguna yang tetap membandel maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas. “Kita akan sita skuter listrik atau otopetnya,” kata Syafrin.

Syafrin menjelaskan sanksi tegas ini dikeluarkan demi ke­selamatan pengguna jalan dan juga pengguna sekuter listrik. Aturan tersebut berlaku baik bagi GrabWheels maupun skuter listrik milik pribadi.

“Ya, pengemudinya akan kita stop dan otopetnya kita tahan. Tentu yang pribadi pun akan mengikuti regulasi yang kita buat,” pungkas Syafrin.

(koran-jakarta/transonlinewatch)

Loading...